{"id":1484,"date":"2010-10-07T02:09:07","date_gmt":"2010-10-07T06:09:07","guid":{"rendered":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?p=1484"},"modified":"2019-04-15T10:32:31","modified_gmt":"2019-04-15T03:32:31","slug":"pondok-pesantren-khusus-anak-tki-di-pulau-sebatik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2010\/10\/07\/pondok-pesantren-khusus-anak-tki-di-pulau-sebatik\/","title":{"rendered":"Pondok Pesantren Khusus Anak TKI di Pulau Sebatik"},"content":{"rendered":"<p>PONDOK pesantren itu masih terlihat  baru. Cat temboknya yang berwarna hijau muda dan tua belum banyak yang  mengelupas. Halamannya juga terlihat bersih. Belum banyak tanaman rimbun  yang daunnya berguguran atau sampah-sampah berserakan.<!--more--><\/p>\n<p>Ya, pondok pesantren yang diberi nama Mutiara Bangsa itu baru beroperasi  pada 2008. Bangunan di atas lahan lima hektare itu terdiri atas  ruang-ruang untuk kelas, ruang kantor yayasan, dan asrama untuk para  santri. Semua masih terlihat gres dan belum banyak dimanfaatkan.<\/p>\n<p>Ponpes tersebut berada di bawah binaan Yayasan Islam Indonesia Pulau  Sebatik (YIIPS). Yayasan itulah yang mendapat mandat dari pemerintah  untuk mengembangkan pondok pesantren yang pada awalnya memang ditujukan  untuk fasilitas bagi anak-anak TKI yang bekerja di Kota Tawau, Sabah,  Malaysia. Seperti diketahui, Tawau dan Sebatik merupakan dua wilayah  yang berada di tapal perbatasan Malaysia-Indonesia. Tepatnya di wilayah  Kalimantan Timur.<\/p>\n<p>Menurut Wakil Ketua YIIPS Suniman Latasi, Ponpes Mutiara Bangsa  sebenarnya dirintis sejak 2007. Saat itu pejabat pusat mengunjungi Pulau  Sebatik. Mereka prihatin melihat banyak anak TKI yang tidak bersekolah  dan telantar. Tak lama kemudian, pemerintah melalui Kementerian Agama  (Kemenag) membangun pondok pesantren untuk keperluan pendidikan  anak-anak TKI tersebut.<\/p>\n<p>Begitu bangunan fisik selesai, pondok diserahkan kepada pengurus YIIPS  untuk dikelola. &#8220;Dulu namanya Pesantren Darul Fikri YIIPS. Tapi, karena  ada kebijakan dari pemerintah, namanya lalu diganti Pondok Pesantren  Mutiara Bangsa,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p>Menurut Suniman, nama Mutiara Bangsa cocok untuk pesantren yang  dipimpinnya. Sebab, keberadaan pesantren tersebut dimaksudkan untuk  mencari dan membimbing anak-anak TKI yang diibaratkan mutiara bangsa  Indonesia itu.<\/p>\n<p>Sejak berdiri pesantren itu menampung sekitar 70 santri setingkat SMP.  Namun, lantaran masih baru, dari jumlah itu baru 40 santri yang  benar-benar sesuai sasaran, yakni anak TKI di Tawau. Selebihnya  anak-anak warga setempat. &#8220;Kami memang mengajak anak-anak sini untuk  masuk pesantren ini. Biar cepat ramai,&#8221; tutur Suniman.<\/p>\n<p>Sebenarnya Ponpes Mutiara Bangsa sanggup menampung 120 santri. Karena  itu, para pengurus pesantren maupun yayasan terus mencari anak-anak TKI  Tawau untuk bersedia masuk pesantren. Selain itu, pihak yayasan  melakukan pembenahan di sana-sini untuk melengkapi kompleks pesantren  tersebut. Misalnya, mengadakan masjid.<br \/>\n&#8220;Masjid akan kami bangun di lahan yang masih kosong. Selama ini, untuk  keperluan ibadah bersama, kami menggunakan ruang-ruang kosong,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Muhammad Zainal Abidin, salah seorang santri, mengaku sangat senang bisa  menempuh pendidikan di pondok itu. Dia menceritakan, sebenarnya dirinya  sudah menempuh pendidikan setingkat SD di Tawau. Saat itu Abidin masih  mengikuti orang tuanya yang bekerja di negeri jiran sebagai buruh di  perkebunan kelapa sawit.<br \/>\n&#8220;Tapi, di sana saya tidak mendapat ijazah dari pemerintah Malaysia  ketika lulus SD,&#8221; paparnya.<\/p>\n<p>Itu sebabnya, ketika ada saudaranya mengajak sekolah lagi di Sebatik,  Abidin langsung mau. Apalagi, dia tidak perlu mengikuti pendidikan SD  lagi. Di Pondok Mutiara Bangsa dia langsung bisa menempuh pendidikan di  kelas I SMP. &#8220;Saya sekarang sudah kelas II SMP. Saya senang karena  ijazahnya nanti resmi,&#8221; kata remaja 15 tahun tersebut.<\/p>\n<p>Meski begitu, sampai kini orang tua Abidin masih tinggal di Tawau.  Karena itu, kesempatan bertemu orang tuanya hanya bisa dilakukan bila  ada libur. &#8220;Kalau libur, saya nyeberang ke Tawau. Ketemu bapak-ibu,&#8221;  tandas Abidin.<\/p>\n<p>Tidak hanya Abidin yang pergi ke Tawau setiap libur. Hampir seluruh  santri yang anak TKI memanfaatkan hari libur untuk &#8220;mudik&#8221; ke rumah  orang tuanya di tanah jiran. Saat Jawa Pos mengunjungi pesantren itu  pada liburan Lebaran lalu pun mendapati pesantren dalam kondisi sepi.  Separo lebih santrinya menyeberang ke Malaysia untuk berkumpul orang  tuanya. Yang lain mudik ke rumah mereka yang tersebar di Pulau Sebatik.<\/p>\n<p>Menurut Suniman, mayoritas santri anak TKI secara sadar datang ke  Sebatik karena ingin bersekolah dengan layak. Itu karena di Tawau  anak-anak TKI yang orang tuanya tidak memiliki identity card (IC) tidak  bisa mendapat pendidikan yang layak. Mereka juga tidak bisa mendapatkan  ijazah. &#8220;Makanya, mereka datang ke sini. Mereka kan juga punya keluarga  di sini,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>Suniman menceritakan, santrinya yang bernama Sumarni hampir sembilan  tahun bersekolah di Tawau. Tapi, karena orang tuanya tidak memiliki IC,  dia tak kunjung mendapatkan ijazah. Nah, setelah datang ke Sebatik,  Suniman mengusahakan Sumarni mendapatkan ijazah. Dengan perjuangan,  akhirnya Sumarni mendapat ijazah ibtidaiyah (setingkat SD). Jadi, dia  pun tidak perlu mengulang untuk menempuh pendidikan SD di Sebatik. Dia  langsung menjalani pendidikan setingkat SMP di Ponpes Mutiara Bangsa.<\/p>\n<p>Suniman menambahkan, sebenarnya masih banyak anak TKI yang telantar  pendidikannya di Sabah. Diperkirakan jumlahnya mencapai 40 ribu anak  berusia wajib sekolah yang ikut orang tuanya tinggal di negara bagian  Malaysia itu. &#8220;Berdasar data di konsulat kita di Sabah, sebagian besar  anak-anak TKI itu tidak mendapatkan pendidikan yang layak di Sabah.&#8221;<\/p>\n<p>Suniman menerangkan, Konsulat Jenderal RI di Sabah sangat sulit  menemukan dan memproses kepulangan anak-anak TKI di sana. Sebab,  anak-anak itu lebih banyak bersembunyi di kantong-kantong TKI yang  berada di hutan-hutan, mengikuti pekerjaan orang tuanya di perkebunan.\u00a0  &#8220;Mereka juga tidak berani menampakkan diri karena takut ditangkap polisi  dan diusir karena ilegal,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Namun, bukan berarti tidak ada usaha pemerintah Indonesia untuk  menjaring anak-anak TKI di Sabah agar mau masuk pesantren. Sebab, Selasa  (19\/10) mendatang, konsulat akan mengirim sekitar 40 anak TKI ke Ponpes  Mutiara Bangsa untuk menjadi santri baru.<\/p>\n<p>Suniman mengaku susah-susah gampang mengurus anak-anak TKI. Salah satu  yang sulit adalah mengajarkan hal-hal yang berbau Indonesia kepada  mereka. Misalnya, para ustad di ponpes memerlukan waktu berhari-hari  untuk mengajarkan lagu Indonesia Raya. &#8220;Mereka sangat kesulitan  melafalkan lagu itu. Yang mereka hafal justru lagu kebangsaan Malaysia,&#8221;  ucapnya lantas tertawa.<\/p>\n<p>Namun, para santri TKI sangat senang mempelajarinya dan mulai bisa  menyanyikan lagu-lagu tentang Indonesia. &#8220;Kami memang perlu terus  menanamkan rasa bangga kepada mereka menjadi anak Indonesia,&#8221; tegasnya. (*\/c2\/ari)<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sorry, this entry is only available in Bahasa Indonesia.PONDOK pesantren itu masih terlihat baru. Cat temboknya yang berwarna hijau muda dan tua belum banyak yang mengelupas. Halamannya juga terlihat bersih. Belum banyak tanaman rimbun yang daunnya berguguran atau sampah-sampah berserakan.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[860],"tags":[586,698],"class_list":["post-1484","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita","tag-pondok","tag-tki"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pondok Pesantren Khusus Anak TKI di Pulau Sebatik - Pusat Sumber Daya Buruh Migran<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2010\/10\/07\/pondok-pesantren-khusus-anak-tki-di-pulau-sebatik\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pondok Pesantren Khusus Anak TKI di Pulau Sebatik - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sorry, this entry is only available in Bahasa Indonesia.PONDOK pesantren itu masih terlihat baru. Cat temboknya yang berwarna hijau muda dan tua belum banyak yang mengelupas. Halamannya juga terlihat bersih. Belum banyak tanaman rimbun yang daunnya berguguran atau sampah-sampah berserakan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2010\/10\/07\/pondok-pesantren-khusus-anak-tki-di-pulau-sebatik\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2010-10-07T06:09:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-04-15T03:32:31+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2010\/10\/07\/pondok-pesantren-khusus-anak-tki-di-pulau-sebatik\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2010\/10\/07\/pondok-pesantren-khusus-anak-tki-di-pulau-sebatik\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/c442ac069d13106b9a2217ff902b2f59\"},\"headline\":\"Pondok Pesantren Khusus Anak TKI di Pulau Sebatik\",\"datePublished\":\"2010-10-07T06:09:07+00:00\",\"dateModified\":\"2019-04-15T03:32:31+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2010\/10\/07\/pondok-pesantren-khusus-anak-tki-di-pulau-sebatik\/\"},\"wordCount\":1764,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"keywords\":[\"pondok\",\"tenaga kerja indonesia\"],\"articleSection\":[\"News\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2010\/10\/07\/pondok-pesantren-khusus-anak-tki-di-pulau-sebatik\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2010\/10\/07\/pondok-pesantren-khusus-anak-tki-di-pulau-sebatik\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2010\/10\/07\/pondok-pesantren-khusus-anak-tki-di-pulau-sebatik\/\",\"name\":\"Pondok Pesantren Khusus Anak TKI di Pulau Sebatik - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2010-10-07T06:09:07+00:00\",\"dateModified\":\"2019-04-15T03:32:31+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2010\/10\/07\/pondok-pesantren-khusus-anak-tki-di-pulau-sebatik\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2010\/10\/07\/pondok-pesantren-khusus-anak-tki-di-pulau-sebatik\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2010\/10\/07\/pondok-pesantren-khusus-anak-tki-di-pulau-sebatik\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pondok Pesantren Khusus Anak TKI di Pulau Sebatik\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"description\":\"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"width\":80,\"height\":80,\"caption\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/c442ac069d13106b9a2217ff902b2f59\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0ca19f984a8d3579b1afb58bfc8b6fc2c452afb56934aad3b98b72450693a4b9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0ca19f984a8d3579b1afb58bfc8b6fc2c452afb56934aad3b98b72450693a4b9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pondok Pesantren Khusus Anak TKI di Pulau Sebatik - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2010\/10\/07\/pondok-pesantren-khusus-anak-tki-di-pulau-sebatik\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pondok Pesantren Khusus Anak TKI di Pulau Sebatik - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","og_description":"Sorry, this entry is only available in Bahasa Indonesia.PONDOK pesantren itu masih terlihat baru. Cat temboknya yang berwarna hijau muda dan tua belum banyak yang mengelupas. Halamannya juga terlihat bersih. Belum banyak tanaman rimbun yang daunnya berguguran atau sampah-sampah berserakan.","og_url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2010\/10\/07\/pondok-pesantren-khusus-anak-tki-di-pulau-sebatik\/","og_site_name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","article_published_time":"2010-10-07T06:09:07+00:00","article_modified_time":"2019-04-15T03:32:31+00:00","author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2010\/10\/07\/pondok-pesantren-khusus-anak-tki-di-pulau-sebatik\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2010\/10\/07\/pondok-pesantren-khusus-anak-tki-di-pulau-sebatik\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/c442ac069d13106b9a2217ff902b2f59"},"headline":"Pondok Pesantren Khusus Anak TKI di Pulau Sebatik","datePublished":"2010-10-07T06:09:07+00:00","dateModified":"2019-04-15T03:32:31+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2010\/10\/07\/pondok-pesantren-khusus-anak-tki-di-pulau-sebatik\/"},"wordCount":1764,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"keywords":["pondok","tenaga kerja indonesia"],"articleSection":["News"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/2010\/10\/07\/pondok-pesantren-khusus-anak-tki-di-pulau-sebatik\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2010\/10\/07\/pondok-pesantren-khusus-anak-tki-di-pulau-sebatik\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2010\/10\/07\/pondok-pesantren-khusus-anak-tki-di-pulau-sebatik\/","name":"Pondok Pesantren Khusus Anak TKI di Pulau Sebatik - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website"},"datePublished":"2010-10-07T06:09:07+00:00","dateModified":"2019-04-15T03:32:31+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2010\/10\/07\/pondok-pesantren-khusus-anak-tki-di-pulau-sebatik\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/2010\/10\/07\/pondok-pesantren-khusus-anak-tki-di-pulau-sebatik\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2010\/10\/07\/pondok-pesantren-khusus-anak-tki-di-pulau-sebatik\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pondok Pesantren Khusus Anak TKI di Pulau Sebatik"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","description":"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi","publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","width":80,"height":80,"caption":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/c442ac069d13106b9a2217ff902b2f59","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0ca19f984a8d3579b1afb58bfc8b6fc2c452afb56934aad3b98b72450693a4b9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0ca19f984a8d3579b1afb58bfc8b6fc2c452afb56934aad3b98b72450693a4b9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1484","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1484"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1484\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23044,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1484\/revisions\/23044"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1484"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1484"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1484"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}