{"id":14359,"date":"2016-01-14T15:39:45","date_gmt":"2016-01-14T08:39:45","guid":{"rendered":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?p=14359"},"modified":"2019-04-10T10:09:11","modified_gmt":"2019-04-10T03:09:11","slug":"panduan-untuk-buruh-migran-undocument-yang-memiliki-anak-di-malaysia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/01\/14\/panduan-untuk-buruh-migran-undocument-yang-memiliki-anak-di-malaysia\/","title":{"rendered":"Panduan untuk Buruh Migran Undocument yang Memiliki Anak di Malaysia"},"content":{"rendered":"<p class=\"qtranxs-available-languages-message qtranxs-available-languages-message-en\">Sorry, this entry is only available in <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14359\" class=\"qtranxs-available-language-link qtranxs-available-language-link-id\" title=\"Bahasa Indonesia\">Bahasa Indonesia<\/a>.<\/p><p><figure id=\"attachment_12182\" aria-describedby=\"caption-attachment-12182\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignleft\"><a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Lindungi-Anak-Anak-Buruh-Migran.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-12182\" src=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Lindungi-Anak-Anak-Buruh-Migran-300x286.jpg\" alt=\"Lindungi Anak-Anak Buruh Migran\" width=\"300\" height=\"286\" srcset=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Lindungi-Anak-Anak-Buruh-Migran-300x286.jpg 300w, https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Lindungi-Anak-Anak-Buruh-Migran.jpg 700w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-12182\" class=\"wp-caption-text\">Lindungi Anak-Anak Buruh Migran<\/figcaption><\/figure><\/p>\n<p>Memiliki buah hati di negeri perantauan memang menjadi kekhawatiran tersendiri bagi buruh migran. Orang tua yang bekerja sebagai buruh migran direpotkan dengan besarnya biaya hidup si anak dan repotnya mengurus surat-surat si anak. Terlebih lagi jika ini terjadi pada buruh migran tak berdokumen\/<em> undocument<\/em> yang memiliki anak dan ingin pulang ke Indonesia, tetapi tak memiliki surat kelahiran anak.<\/p>\n<p>Redaksi Serantau mencoba menyusun panduan untuk buruh migran yang memiliki anak tetapi berstatus tak berdokumen dan tak memiliki surat kelahiran :<\/p>\n<p>1. Buruh migran perlu membuat surat keterangan kelahiran dari kepala desa tempat anak tersebut dilahirkan.<br \/>\n2. Buruh migran perlu menyiapkan KTP, KK, identitas yang menunjukkan orang tua dari Indonesia.<br \/>\n3. Buruh migran perlu membuat sumpah di pesuruh jaya sumpah<br \/>\n4. Bawa seluruh surat-surat yang telah diurus di atas ke KBRI untuk membuat SPLP.<br \/>\n5. Jika SPLP telah siap, pergi ke KDN untuk membayar <em>compound\/<\/em>denda dan membeli tiket.<\/p>\n<p>Untuk membuat SPLP, buruh migran perlu mendapatkan dan mengisi borang\/formulir yang disediakan. Hindari menggunakan calo agar uang buruh migran tidak terkuras karenanya. Bagi buruh migran yang tinggal di Johor, saat ini ada program pengisbatan perkawinan dan pengurusan akte kelahiran dengan syarat KTP dan surat nikah di KJRI Johor. Jika tidak ada surat nikah atau belum sah harus membuat pengisbatan pernikahan lebih dulu.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p class=\"qtranxs-available-languages-message qtranxs-available-languages-message-en\">Sorry, this entry is only available in <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14359\" class=\"qtranxs-available-language-link qtranxs-available-language-link-id\" title=\"Bahasa Indonesia\">Bahasa Indonesia<\/a>.<\/p>\n<p>Memiliki buah hati di negeri perantauan memang menjadi kekhawatiran tersendiri bagi buruh migran. Orang tua yang bekerja sebagai buruh migran direpotkan dengan besarnya biaya hidup si anak dan repotnya mengurus surat-surat si anak. Terlebih lagi jika ini terjadi pada buruh migran tak berdokumen\/ undocument yang memiliki anak dan ingin pulang ke Indonesia, tetapi tak memiliki surat kelahiran anak.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4912],"tags":[4212,99,2864,4213,459,736,4211],"class_list":["post-14359","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-panduan","tag-bmi-undocument","tag-buruh-migran","tag-buruh-migran-malaysia","tag-buruh-tak-berdokumen","tag-panduan-buruh-migran","tag-tki-malaysia","tag-undocument-malaysia"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Panduan untuk Buruh Migran Undocument yang Memiliki Anak di Malaysia - Pusat Sumber Daya Buruh Migran<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/01\/14\/panduan-untuk-buruh-migran-undocument-yang-memiliki-anak-di-malaysia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Panduan untuk Buruh Migran Undocument yang Memiliki Anak di Malaysia - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Bahasa Indonesia) Memiliki buah hati di negeri perantauan memang menjadi kekhawatiran tersendiri bagi buruh migran. Orang tua yang bekerja sebagai buruh migran direpotkan dengan besarnya biaya hidup si anak dan repotnya mengurus surat-surat si anak. Terlebih lagi jika ini terjadi pada buruh migran tak berdokumen\/ undocument yang memiliki anak dan ingin pulang ke Indonesia, tetapi tak memiliki surat kelahiran anak.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/01\/14\/panduan-untuk-buruh-migran-undocument-yang-memiliki-anak-di-malaysia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-01-14T08:39:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-04-10T03:09:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Lindungi-Anak-Anak-Buruh-Migran-300x286.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/01\/14\/panduan-untuk-buruh-migran-undocument-yang-memiliki-anak-di-malaysia\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/01\/14\/panduan-untuk-buruh-migran-undocument-yang-memiliki-anak-di-malaysia\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/c442ac069d13106b9a2217ff902b2f59\"},\"headline\":\"Panduan untuk Buruh Migran Undocument yang Memiliki Anak di Malaysia\",\"datePublished\":\"2016-01-14T08:39:45+00:00\",\"dateModified\":\"2019-04-10T03:09:11+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/01\/14\/panduan-untuk-buruh-migran-undocument-yang-memiliki-anak-di-malaysia\/\"},\"wordCount\":226,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/01\/14\/panduan-untuk-buruh-migran-undocument-yang-memiliki-anak-di-malaysia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Lindungi-Anak-Anak-Buruh-Migran-300x286.jpg\",\"keywords\":[\"bmi undocument\",\"buruh migran\",\"buruh migran malaysia\",\"buruh tak berdokumen\",\"panduan buruh migran\",\"TKI Malaysia\",\"undocument malaysia\"],\"articleSection\":[\"Guidelines\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/01\/14\/panduan-untuk-buruh-migran-undocument-yang-memiliki-anak-di-malaysia\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/01\/14\/panduan-untuk-buruh-migran-undocument-yang-memiliki-anak-di-malaysia\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/01\/14\/panduan-untuk-buruh-migran-undocument-yang-memiliki-anak-di-malaysia\/\",\"name\":\"Panduan untuk Buruh Migran Undocument yang Memiliki Anak di Malaysia - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/01\/14\/panduan-untuk-buruh-migran-undocument-yang-memiliki-anak-di-malaysia\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/01\/14\/panduan-untuk-buruh-migran-undocument-yang-memiliki-anak-di-malaysia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Lindungi-Anak-Anak-Buruh-Migran-300x286.jpg\",\"datePublished\":\"2016-01-14T08:39:45+00:00\",\"dateModified\":\"2019-04-10T03:09:11+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/01\/14\/panduan-untuk-buruh-migran-undocument-yang-memiliki-anak-di-malaysia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/01\/14\/panduan-untuk-buruh-migran-undocument-yang-memiliki-anak-di-malaysia\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/01\/14\/panduan-untuk-buruh-migran-undocument-yang-memiliki-anak-di-malaysia\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Lindungi-Anak-Anak-Buruh-Migran-300x286.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Lindungi-Anak-Anak-Buruh-Migran-300x286.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/01\/14\/panduan-untuk-buruh-migran-undocument-yang-memiliki-anak-di-malaysia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Panduan untuk Buruh Migran Undocument yang Memiliki Anak di Malaysia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"description\":\"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"width\":80,\"height\":80,\"caption\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/c442ac069d13106b9a2217ff902b2f59\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0ca19f984a8d3579b1afb58bfc8b6fc2c452afb56934aad3b98b72450693a4b9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0ca19f984a8d3579b1afb58bfc8b6fc2c452afb56934aad3b98b72450693a4b9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Panduan untuk Buruh Migran Undocument yang Memiliki Anak di Malaysia - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/01\/14\/panduan-untuk-buruh-migran-undocument-yang-memiliki-anak-di-malaysia\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Panduan untuk Buruh Migran Undocument yang Memiliki Anak di Malaysia - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","og_description":"(Bahasa Indonesia) Memiliki buah hati di negeri perantauan memang menjadi kekhawatiran tersendiri bagi buruh migran. Orang tua yang bekerja sebagai buruh migran direpotkan dengan besarnya biaya hidup si anak dan repotnya mengurus surat-surat si anak. Terlebih lagi jika ini terjadi pada buruh migran tak berdokumen\/ undocument yang memiliki anak dan ingin pulang ke Indonesia, tetapi tak memiliki surat kelahiran anak.","og_url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/01\/14\/panduan-untuk-buruh-migran-undocument-yang-memiliki-anak-di-malaysia\/","og_site_name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","article_published_time":"2016-01-14T08:39:45+00:00","article_modified_time":"2019-04-10T03:09:11+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Lindungi-Anak-Anak-Buruh-Migran-300x286.jpg","type":"","width":"","height":""}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/01\/14\/panduan-untuk-buruh-migran-undocument-yang-memiliki-anak-di-malaysia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/01\/14\/panduan-untuk-buruh-migran-undocument-yang-memiliki-anak-di-malaysia\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/c442ac069d13106b9a2217ff902b2f59"},"headline":"Panduan untuk Buruh Migran Undocument yang Memiliki Anak di Malaysia","datePublished":"2016-01-14T08:39:45+00:00","dateModified":"2019-04-10T03:09:11+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/01\/14\/panduan-untuk-buruh-migran-undocument-yang-memiliki-anak-di-malaysia\/"},"wordCount":226,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/01\/14\/panduan-untuk-buruh-migran-undocument-yang-memiliki-anak-di-malaysia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Lindungi-Anak-Anak-Buruh-Migran-300x286.jpg","keywords":["bmi undocument","buruh migran","buruh migran malaysia","buruh tak berdokumen","panduan buruh migran","TKI Malaysia","undocument malaysia"],"articleSection":["Guidelines"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/01\/14\/panduan-untuk-buruh-migran-undocument-yang-memiliki-anak-di-malaysia\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/01\/14\/panduan-untuk-buruh-migran-undocument-yang-memiliki-anak-di-malaysia\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/01\/14\/panduan-untuk-buruh-migran-undocument-yang-memiliki-anak-di-malaysia\/","name":"Panduan untuk Buruh Migran Undocument yang Memiliki Anak di Malaysia - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/01\/14\/panduan-untuk-buruh-migran-undocument-yang-memiliki-anak-di-malaysia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/01\/14\/panduan-untuk-buruh-migran-undocument-yang-memiliki-anak-di-malaysia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Lindungi-Anak-Anak-Buruh-Migran-300x286.jpg","datePublished":"2016-01-14T08:39:45+00:00","dateModified":"2019-04-10T03:09:11+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/01\/14\/panduan-untuk-buruh-migran-undocument-yang-memiliki-anak-di-malaysia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/01\/14\/panduan-untuk-buruh-migran-undocument-yang-memiliki-anak-di-malaysia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/01\/14\/panduan-untuk-buruh-migran-undocument-yang-memiliki-anak-di-malaysia\/#primaryimage","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Lindungi-Anak-Anak-Buruh-Migran-300x286.jpg","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Lindungi-Anak-Anak-Buruh-Migran-300x286.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2016\/01\/14\/panduan-untuk-buruh-migran-undocument-yang-memiliki-anak-di-malaysia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Panduan untuk Buruh Migran Undocument yang Memiliki Anak di Malaysia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","description":"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi","publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","width":80,"height":80,"caption":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/c442ac069d13106b9a2217ff902b2f59","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0ca19f984a8d3579b1afb58bfc8b6fc2c452afb56934aad3b98b72450693a4b9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0ca19f984a8d3579b1afb58bfc8b6fc2c452afb56934aad3b98b72450693a4b9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14359","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14359"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14359\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22107,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14359\/revisions\/22107"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14359"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14359"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14359"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}