{"id":14014,"date":"2015-09-28T14:52:01","date_gmt":"2015-09-28T07:52:01","guid":{"rendered":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?p=14014"},"modified":"2019-04-16T13:40:54","modified_gmt":"2019-04-16T06:40:54","slug":"standar-perjanjian-kerja-yang-memperbudak-buruh-migran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/09\/28\/standar-perjanjian-kerja-yang-memperbudak-buruh-migran\/","title":{"rendered":"Standar Perjanjian Kerja yang Memperbudak Buruh Migran"},"content":{"rendered":"<p class=\"qtranxs-available-languages-message qtranxs-available-languages-message-en\">Sorry, this entry is only available in <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14014\" class=\"qtranxs-available-language-link qtranxs-available-language-link-id\" title=\"Bahasa Indonesia\">Bahasa Indonesia<\/a>.<\/p><p><figure id=\"attachment_14015\" aria-describedby=\"caption-attachment-14015\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignleft\"><a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/Standar-jam-kerja.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-14015\" src=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/Standar-jam-kerja-300x46.png\" alt=\"Waktu Istirahat untuk Buruh Migran Sekurang kurangnya 9 jam\" width=\"300\" height=\"46\" srcset=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/Standar-jam-kerja-300x46.png 300w, https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/Standar-jam-kerja-768x118.png 768w, https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/Standar-jam-kerja.png 916w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-14015\" class=\"wp-caption-text\">Waktu Istirahat untuk Buruh Migran Sekurang kurangnya 9 jam<\/figcaption><\/figure><\/p>\n<p>Pada tanggal 4 Desember 2014, Hanif Dhakiri, Menteri Ketenagakerjaan, menerbitkan Peraturan Menteri No. 22 Tahun 2014 Tentang Pelaksanaan\u00a0 Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di\u00a0 Luar Negeri. Peraturan ini merevisi peraturan sebelumnya yakni Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 14\/MEN\/X\/2010 yang dinilai tidak sesuai lagi dengan kondisi dan perkembangan penempatan dan perlindungan TKI di luar negeri.<\/p>\n<p>Salah satu dari peraturan ini mengatur tentang Perjanjian Kerja, yaitu\u00a0 perjanjian tertulis antara buruh migran dengan Pengguna\/Majikan\u00a0 yang memuat syarat-syarat kerja, hak dan kewajiban masing-masing\u00a0 pihak. Perjanjian ini menjadi penting sebagai dasar\u00a0 pelaksanaan hak dan kewajiban masing-masing pihak (TKI dan Pengguna\/Majikan).<\/p>\n<p>Proses Perjanjian Kerja dimulai pada saat pengesahan job order oleh KBRI\/KJRI\/KDEI yang dilakukan oleh agensi\/mitra PPTKIS\u00a0 di negara penempatan. Perjanjian kerja kemudian ditandatangani oleh calon majikan, lalu ditandangani oleh calon TKI di tempat penyelenggaraan Pembekalan Akhir Pemberangkatan, disaksikan oleh pegawai Dinas Provinsi atau Dinas\u00a0 Kabupate\/Kota. Perjanjian kerja dibuat untuk jangka waktu 2 (dua) tahun dan dapat\u00a0 diperpanjang untuk jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun.<\/p>\n<p>Pasal 27\u00a0 Peraturan ini menjelaskan bahwa Perjanjian Kerja sekurang-kurangnya memuat:<br \/>\na) Identitas pengguna (nama, nomor kartu identitas, pekerjaan, alamat);<br \/>\nb) Identitas TKI (nama, nomor paspor, nomor visa, nomor rekening di\u00a0 Indonesia, alamat di Indonesia);<br \/>\nc) Jabatan dan jenis pekerjaan TKI;<br \/>\nd) Hak dan kewajiban para pihak;<br \/>\ne) Kondisi dan syarat kerja yang meliputi : Jam kerja, upah\/gaji dan\u00a0 mekanisme pembayaran gaji,<br \/>\nsatu hari libur dalam satu\u00a0 minggu\/kompensasi, waktu istirahat dan hak cuti, fasilitas akomodasi, rekening perbankan atas nama TKI di negara penempatan, akses\u00a0 komunikasi kepada keluarga di daerah asal dan jaminan sosial atau\u00a0 nomor kepesertaan asuransi yang ditanggung oleh pengguna.<br \/>\nf) Jangka waktu perjanjian kerja;<br \/>\ng) Penyelesaian sengketa.<\/p>\n<p>Dalam standar Perjanjian Kerja yang diatur dalam peraturan ini, poin 5 secara tegas mengatur bahwa TKI diberikan waktu istirahat sekurang-kurangnya 9 jam per hari secara\u00a0 terus menerus. Jika TKI mendapatkan waktu istirahat kurang dari 9 jam\/hari, maka pengguna wajib membayar kompensasi.<\/p>\n<p>Jika waktu istirahat untuk buruh migran sekurang kurangnya adalah 9 jam, maka peraturan ini seperti menyuruh buruh migran untuk bekerja 15 jam kerja\/hari, atau 105 jam\/minggu. Hitungan jam itu mengacu pada 7 hari dalam seminggu karena praktiknya TKI sektor PRT tidak diberi hak libur dalam satu minggu. Jika dibandingkan dengan buruh industri di Indonesia, perbedaan waktu kerja TKI sektor PRT mencapai 8 jam dalam sehari. Dalam satu hari buruh industri di Indonesia waktu kerjanya adalah 7 jam\/hari atau 42 jam\/minggu (Pasal 77 UU 13\/2003).<\/p>\n<p>Kebijakan perburuhan yang diberlakukan oleh\u00a0 Hanif Dhakiri di abad 21 ini, mundur 3-4 abad kebelakang. Kebijakan ini mengingatkan pada sejarah perlawanan buruh di negara-negara kapitalis di Eropa Barat dan Amerika Serikat pada abad 19 karena buruknya kondisi kerja. Perlawanan itu dilakukan dalam bentuk pemogokan oleh pekerja Cordwainers di Amerika Serikat pada tahun 1806. Pemogokan ini membawa para pengorganisirnya ke meja pengadilan dan juga mengangkat fakta bahwa kelas pekerja di era tersebut bekerja dari 19 sampai 20 jam\/hari. Sejak saat itu, gagasan Peter McGuire dan Matthew Maguire untuk menghormati hak buruh (terutama pengurangan jam kerja) menjadi perjuangan bersama di Amerika Serikat.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p class=\"qtranxs-available-languages-message qtranxs-available-languages-message-en\">Sorry, this entry is only available in <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14014\" class=\"qtranxs-available-language-link qtranxs-available-language-link-id\" title=\"Bahasa Indonesia\">Bahasa Indonesia<\/a>.<\/p>\n<p>Pada tanggal 4 Desember 2014, Hanif Dhakiri, Menteri Ketenagakerjaan, menerbitkan Peraturan Menteri No. 22 Tahun 2014 Tentang Pelaksanaan  Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di  Luar Negeri. Peraturan ini merevisi peraturan sebelumnya yakni Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 14\/MEN\/X\/2010 yang dinilai tidak sesuai lagi dengan kondisi dan perkembangan penempatan dan perlindungan TKI di luar negeri.<\/p>\n","protected":false},"author":597,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18],"tags":[99,4003,4001,1004,2907,4000,4002,698],"class_list":["post-14014","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-hukum","tag-buruh-migran","tag-kontrak-kerja-buruh","tag-majikan-buruh-migran","tag-majikan-tki","tag-perjanjian-kerja-buruh-migran","tag-perjanjian-kerja-tki","tag-standar-perjanjian-kerja","tag-tki"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Standar Perjanjian Kerja yang Memperbudak Buruh Migran - Pusat Sumber Daya Buruh Migran<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/09\/28\/standar-perjanjian-kerja-yang-memperbudak-buruh-migran\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Standar Perjanjian Kerja yang Memperbudak Buruh Migran - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Bahasa Indonesia) Pada tanggal 4 Desember 2014, Hanif Dhakiri, Menteri Ketenagakerjaan, menerbitkan Peraturan Menteri No. 22 Tahun 2014 Tentang Pelaksanaan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri. Peraturan ini merevisi peraturan sebelumnya yakni Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 14\/MEN\/X\/2010 yang dinilai tidak sesuai lagi dengan kondisi dan perkembangan penempatan dan perlindungan TKI di luar negeri.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/09\/28\/standar-perjanjian-kerja-yang-memperbudak-buruh-migran\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2015-09-28T07:52:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-04-16T06:40:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/Standar-jam-kerja-300x46.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Bobi Alwy\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Bobi Alwy\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/09\/28\/standar-perjanjian-kerja-yang-memperbudak-buruh-migran\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/09\/28\/standar-perjanjian-kerja-yang-memperbudak-buruh-migran\/\"},\"author\":{\"name\":\"Bobi Alwy\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/b22a689f3ea4e20bf62d358da21356c6\"},\"headline\":\"Standar Perjanjian Kerja yang Memperbudak Buruh Migran\",\"datePublished\":\"2015-09-28T07:52:01+00:00\",\"dateModified\":\"2019-04-16T06:40:54+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/09\/28\/standar-perjanjian-kerja-yang-memperbudak-buruh-migran\/\"},\"wordCount\":509,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/09\/28\/standar-perjanjian-kerja-yang-memperbudak-buruh-migran\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/Standar-jam-kerja-300x46.png\",\"keywords\":[\"buruh migran\",\"kontrak kerja buruh\",\"majikan buruh migran\",\"majikan tki\",\"perjanjian kerja buruh migran\",\"perjanjian kerja tki\",\"standar perjanjian kerja\",\"tenaga kerja indonesia\"],\"articleSection\":[\"Legal\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/09\/28\/standar-perjanjian-kerja-yang-memperbudak-buruh-migran\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/09\/28\/standar-perjanjian-kerja-yang-memperbudak-buruh-migran\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/09\/28\/standar-perjanjian-kerja-yang-memperbudak-buruh-migran\/\",\"name\":\"Standar Perjanjian Kerja yang Memperbudak Buruh Migran - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/09\/28\/standar-perjanjian-kerja-yang-memperbudak-buruh-migran\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/09\/28\/standar-perjanjian-kerja-yang-memperbudak-buruh-migran\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/Standar-jam-kerja-300x46.png\",\"datePublished\":\"2015-09-28T07:52:01+00:00\",\"dateModified\":\"2019-04-16T06:40:54+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/09\/28\/standar-perjanjian-kerja-yang-memperbudak-buruh-migran\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/09\/28\/standar-perjanjian-kerja-yang-memperbudak-buruh-migran\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/09\/28\/standar-perjanjian-kerja-yang-memperbudak-buruh-migran\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/Standar-jam-kerja-300x46.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/Standar-jam-kerja-300x46.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/09\/28\/standar-perjanjian-kerja-yang-memperbudak-buruh-migran\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Standar Perjanjian Kerja yang Memperbudak Buruh Migran\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"description\":\"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"width\":80,\"height\":80,\"caption\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/b22a689f3ea4e20bf62d358da21356c6\",\"name\":\"Bobi Alwy\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4333ffe36449c15923257b0aa9294ddeaa0fe62e8f44058f7ac587d5b7f75193?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4333ffe36449c15923257b0aa9294ddeaa0fe62e8f44058f7ac587d5b7f75193?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Bobi Alwy\"},\"description\":\"berbuat dan berbagi\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/bobi.AM\"],\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/bobi_alwy\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Standar Perjanjian Kerja yang Memperbudak Buruh Migran - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/09\/28\/standar-perjanjian-kerja-yang-memperbudak-buruh-migran\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Standar Perjanjian Kerja yang Memperbudak Buruh Migran - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","og_description":"(Bahasa Indonesia) Pada tanggal 4 Desember 2014, Hanif Dhakiri, Menteri Ketenagakerjaan, menerbitkan Peraturan Menteri No. 22 Tahun 2014 Tentang Pelaksanaan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri. Peraturan ini merevisi peraturan sebelumnya yakni Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 14\/MEN\/X\/2010 yang dinilai tidak sesuai lagi dengan kondisi dan perkembangan penempatan dan perlindungan TKI di luar negeri.","og_url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/09\/28\/standar-perjanjian-kerja-yang-memperbudak-buruh-migran\/","og_site_name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","article_published_time":"2015-09-28T07:52:01+00:00","article_modified_time":"2019-04-16T06:40:54+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/Standar-jam-kerja-300x46.png","type":"","width":"","height":""}],"author":"Bobi Alwy","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Bobi Alwy","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/09\/28\/standar-perjanjian-kerja-yang-memperbudak-buruh-migran\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/09\/28\/standar-perjanjian-kerja-yang-memperbudak-buruh-migran\/"},"author":{"name":"Bobi Alwy","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/b22a689f3ea4e20bf62d358da21356c6"},"headline":"Standar Perjanjian Kerja yang Memperbudak Buruh Migran","datePublished":"2015-09-28T07:52:01+00:00","dateModified":"2019-04-16T06:40:54+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/09\/28\/standar-perjanjian-kerja-yang-memperbudak-buruh-migran\/"},"wordCount":509,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/09\/28\/standar-perjanjian-kerja-yang-memperbudak-buruh-migran\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/Standar-jam-kerja-300x46.png","keywords":["buruh migran","kontrak kerja buruh","majikan buruh migran","majikan tki","perjanjian kerja buruh migran","perjanjian kerja tki","standar perjanjian kerja","tenaga kerja indonesia"],"articleSection":["Legal"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/09\/28\/standar-perjanjian-kerja-yang-memperbudak-buruh-migran\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/09\/28\/standar-perjanjian-kerja-yang-memperbudak-buruh-migran\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/09\/28\/standar-perjanjian-kerja-yang-memperbudak-buruh-migran\/","name":"Standar Perjanjian Kerja yang Memperbudak Buruh Migran - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/09\/28\/standar-perjanjian-kerja-yang-memperbudak-buruh-migran\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/09\/28\/standar-perjanjian-kerja-yang-memperbudak-buruh-migran\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/Standar-jam-kerja-300x46.png","datePublished":"2015-09-28T07:52:01+00:00","dateModified":"2019-04-16T06:40:54+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/09\/28\/standar-perjanjian-kerja-yang-memperbudak-buruh-migran\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/09\/28\/standar-perjanjian-kerja-yang-memperbudak-buruh-migran\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/09\/28\/standar-perjanjian-kerja-yang-memperbudak-buruh-migran\/#primaryimage","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/Standar-jam-kerja-300x46.png","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/Standar-jam-kerja-300x46.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/09\/28\/standar-perjanjian-kerja-yang-memperbudak-buruh-migran\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Standar Perjanjian Kerja yang Memperbudak Buruh Migran"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","description":"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi","publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","width":80,"height":80,"caption":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/b22a689f3ea4e20bf62d358da21356c6","name":"Bobi Alwy","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4333ffe36449c15923257b0aa9294ddeaa0fe62e8f44058f7ac587d5b7f75193?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4333ffe36449c15923257b0aa9294ddeaa0fe62e8f44058f7ac587d5b7f75193?s=96&d=mm&r=g","caption":"Bobi Alwy"},"description":"berbuat dan berbagi","sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/bobi.AM"],"url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/bobi_alwy\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14014","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/597"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14014"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14014\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23340,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14014\/revisions\/23340"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14014"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14014"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14014"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}