{"id":12604,"date":"2015-01-06T02:09:18","date_gmt":"2015-01-06T02:09:18","guid":{"rendered":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?p=12604"},"modified":"2019-04-10T11:23:16","modified_gmt":"2019-04-10T04:23:16","slug":"tata-cara-menangani-kasus-sendiri-penipuan-tki-malaysia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/01\/06\/tata-cara-menangani-kasus-sendiri-penipuan-tki-malaysia\/","title":{"rendered":"(Bahasa Indonesia) Panduan Menangani Kasus Sendiri: Penipuan TKI"},"content":{"rendered":"<p class=\"qtranxs-available-languages-message qtranxs-available-languages-message-en\">Sorry, this entry is only available in <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12604\" class=\"qtranxs-available-language-link qtranxs-available-language-link-id\" title=\"Bahasa Indonesia\">Bahasa Indonesia<\/a>.<\/p><p><figure id=\"attachment_12617\" aria-describedby=\"caption-attachment-12617\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignleft\"><a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2015\/01\/Awas-Penipuan.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-12617\" src=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2015\/01\/Awas-Penipuan-300x190.png\" alt=\"Awas Penipuan TKI\" width=\"300\" height=\"190\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-12617\" class=\"wp-caption-text\">Awas Penipuan TKI<\/figcaption><\/figure><\/p>\n<p class=\"western\" align=\"justify\">Penipuan atau dugaan penipuan, kerap menimpa Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri. Tidak terkecuali TKI Malaysia. Gaji yang tidak dibayarkan oleh majikan, pengurusan permit kerja yang melalui agen, penempatan kerja yang tidak sesuai kontrak kerja dan bentuk lain modus praktik-praktik penipuan.<\/p>\n<p class=\"western\" align=\"justify\">Pada dasarnya segala jenis bentuk penipuan, kita mampu menyelesaikannya sendiri. Namun ada beberapa langkah pembekalan sebelum kita bertindak, karena segala kemungkinan bisa saja terjadi dan menimpa kita di masa mendatang. Adapun beberapa pembekalan ketika kita akan menjalin kerja sama dengan pihak lain sebelum kita tertipu adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"justify\">Pastikan dan kenali identitasi pihak yang akan bekerjasama dengan kita, termasuk meminta masukan dari orang-orang yang pernah menjalin kerja sama dengan pihak tersebut sebelumnya;<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"justify\">Tulis dan catat setiap klausul bentuk-bentuk kerja sama;<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"justify\">Tulis dan catat semua peristiwa yang berkaitan dengan pihak tersebut;<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"justify\">Negosiasikan jika terdapat kemungkinan klausul yang memberatkan\/merugikan kita, termasuk nilai kesepakatan;<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"justify\">Dokumentasikan semua transaksi dan salinlah setiap dokumen tersebut serta simpan di tempat yang aman; dan<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"justify\">Pastikan setiap menjalinkan kerja sama, terdapat saksi yang dapat dipercaya. Akan lebih baik jika saksi tersebut adalah pihak perwakilan dari pemerintah.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p class=\"western\" align=\"justify\">Jika kita telah menjadi korban indikasi penipuan, maka langkah-langkah yang dapat kita tempuh adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"justify\">Membuat kronologis kasus sendiri. Kronologis ini berisi mengenai informasi data terlapor dan pelapor. Kronologis kasus bisa dibuat dalam bentuk cerita yang berurutan dan runtut jalan ceritanya. Misalkan, mulai kapan mengenal dan dari siapa, untuk alasan apa menjalin kerja sama, mengapa menggunakan jasa pihak tersebut, dimana dan kapan saja kontak hubungan dengan pihak tersebut dan lain sebagainya, kembangkan sesuai dengan keperluan kesaksian. Secara ringkas lakukan pendekatan pertanyaan-pertanyaan: Siapa, Dimana, Apa, Kapan, Mengapa dan Bagaimana. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat memandu anda dalam membuat kronologis kasus.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"justify\">Meminta pendampingan bantuan hukum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang kompeten dan benar-benar sukarela membantu TKI. Jangan sampai anda menjadi korban kedua kalinya. Sudah tertimpa kasus, tapi juga diperas oleh oknum yang menawarkan bantuan. Di Malaysia terdapat lembaga bantuan hukum (Pertubuhan Kebajikan Malaysia) milik kerajaan yang terdapat di setiap negeri. Anda juga dapat meminta bantuan kepada LSM yang berkompeten dan berintegritas di Malaysia, misal Tenaganita.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"justify\">Konsultasikan kepada lembaga bantuan tersebut mengenai kasus anda dengan membawa semua berkas dan kronologis yang anda tulis. Berikan kuasa anda kepada lembaga bantuan tersebut jika mereka berkenan untuk membantu anda.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"justify\">Laporkan ke KBRI atau KJRI terdekat yang ditujukan kepada divisi ketenagakerjaan\/atase ketengakerjaan. Mintalah pendampingan hukum dari lembaga bantuan hukum tersebut ketika melapor. Laporan bisa dalam bentuk surat dan\/atau datang langsung ke KBRI\/KJRI. Tembuskan surat itu kepada Direktur PWNI dan BHI Kementrian Luar Negeri RI, dengan cara memindai (scan) semua berkas dan kirimkan melalui email ke: <span style=\"color: #000080;\"><span lang=\"zxx\"><span style=\"text-decoration: underline;\"><a href=\"mailto:pwni.bhi@kemenlu.go.id\">pwni.bhi@kemenlu.go.id<\/a><\/span><\/span><\/span>. Selain itu, surat ditujukan juga kepada lembaga bantuan hukum di Indonesia, misal SBMI (<span style=\"color: #000080;\"><span lang=\"zxx\"><span style=\"text-decoration: underline;\"><a href=\"mailto:sekretariat@sbmi.or.id\">sekretariat@sbmi.or.id<\/a><\/span><\/span><\/span>). Tujuannya agar ada yang memantau kasus anda di Kementrian Luar Negeri RI. Jangan lupa selalu meminta Tanda Bukti Laporan (TBL) kepada KBRI\/KJRI setiap melapor. Simpan tanda bukti tersebut dan berikan kontak anda yang mudah dihubungi kepada petugas.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"justify\">Selalu aktif menanyakan perkembangan kasus anda kepada KBRI\/KJRI minimal 14 hari kerja jika tidak ada tindak lanjut atas kasus anda. Pertanyaan tidak hanya mengenai perkembangan kasus, namun mintalah informasi yang jelas pada setiap proses kepada petugas.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"western\" align=\"justify\">Tulis, catat dan dokumentasikan setiap perjalanan kasus anda. Bagikan di media sosial, kirim ke redaksi surat kabar dan sebar luaskan. Setiap pengalaman anda pasti akan bermanfaat dan membantu sesama TKI yang kemungkinan mengalami nasib serupa seperti anda.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p class=\"western\" align=\"justify\">Tata cara atau langkah-langkah di atas dapat juga diaplikasikan dalam kasus tindak kejahatan yang lain.<\/p>\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p class=\"qtranxs-available-languages-message qtranxs-available-languages-message-en\">Sorry, this entry is only available in <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12604\" class=\"qtranxs-available-language-link qtranxs-available-language-link-id\" title=\"Bahasa Indonesia\">Bahasa Indonesia<\/a>.<\/p>\n<p>Penipuan atau dugaan penipuan, kerap menimpa Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri. Tidak terkecuali TKI Malaysia. Gaji yang tidak dibayarkan oleh majikan, pengurusan permit kerja yang melalui agen, penempatan kerja yang tidak sesuai kontrak kerja dan bentuk lain modus praktik-praktik penipuan.<\/p>\n<p>Pada dasarnya segala jenis bentuk penipuan, kita mampu menyelesaikannya sendiri. Namun ada beberapa langkah pembekalan sebelum kita bertindak,<\/p>\n","protected":false},"author":545,"featured_media":12617,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4912],"tags":[274,3338,3336,1946,3337,736],"class_list":["post-12604","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-panduan","tag-kasus","tag-kasus-malaysia","tag-kasus-penipuan","tag-penipuan-tki","tag-tata-cara-menangani-kasus","tag-tki-malaysia"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>(Bahasa Indonesia) Panduan Menangani Kasus Sendiri: Penipuan TKI - Pusat Sumber Daya Buruh Migran<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/01\/06\/tata-cara-menangani-kasus-sendiri-penipuan-tki-malaysia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"(Bahasa Indonesia) Panduan Menangani Kasus Sendiri: Penipuan TKI - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Bahasa Indonesia) Penipuan atau dugaan penipuan, kerap menimpa Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri. Tidak terkecuali TKI Malaysia. Gaji yang tidak dibayarkan oleh majikan, pengurusan permit kerja yang melalui agen, penempatan kerja yang tidak sesuai kontrak kerja dan bentuk lain modus praktik-praktik penipuan.  Pada dasarnya segala jenis bentuk penipuan, kita mampu menyelesaikannya sendiri. Namun ada beberapa langkah pembekalan sebelum kita bertindak,\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/01\/06\/tata-cara-menangani-kasus-sendiri-penipuan-tki-malaysia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2015-01-06T02:09:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-04-10T04:23:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2015\/01\/Awas-Penipuan.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"699\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"445\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ridwan Wahyudi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ridwan Wahyudi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/01\/06\/tata-cara-menangani-kasus-sendiri-penipuan-tki-malaysia\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/01\/06\/tata-cara-menangani-kasus-sendiri-penipuan-tki-malaysia\/\"},\"author\":{\"name\":\"Ridwan Wahyudi\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/28403c44a8f8d6324fe91fd851105b0e\"},\"headline\":\"(Bahasa Indonesia) Panduan Menangani Kasus Sendiri: Penipuan TKI\",\"datePublished\":\"2015-01-06T02:09:18+00:00\",\"dateModified\":\"2019-04-10T04:23:16+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/01\/06\/tata-cara-menangani-kasus-sendiri-penipuan-tki-malaysia\/\"},\"wordCount\":595,\"commentCount\":4,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/01\/06\/tata-cara-menangani-kasus-sendiri-penipuan-tki-malaysia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2015\/01\/Awas-Penipuan.png\",\"keywords\":[\"kasus\",\"Kasus Malaysia\",\"Kasus Penipuan\",\"Penipuan TKI\",\"Tata cara menangani kasus\",\"TKI Malaysia\"],\"articleSection\":[\"Guidelines\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/01\/06\/tata-cara-menangani-kasus-sendiri-penipuan-tki-malaysia\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/01\/06\/tata-cara-menangani-kasus-sendiri-penipuan-tki-malaysia\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/01\/06\/tata-cara-menangani-kasus-sendiri-penipuan-tki-malaysia\/\",\"name\":\"[:id]Panduan Menangani Kasus Sendiri: Penipuan TKI[:] - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/01\/06\/tata-cara-menangani-kasus-sendiri-penipuan-tki-malaysia\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/01\/06\/tata-cara-menangani-kasus-sendiri-penipuan-tki-malaysia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2015\/01\/Awas-Penipuan.png\",\"datePublished\":\"2015-01-06T02:09:18+00:00\",\"dateModified\":\"2019-04-10T04:23:16+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/01\/06\/tata-cara-menangani-kasus-sendiri-penipuan-tki-malaysia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/01\/06\/tata-cara-menangani-kasus-sendiri-penipuan-tki-malaysia\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/01\/06\/tata-cara-menangani-kasus-sendiri-penipuan-tki-malaysia\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2015\/01\/Awas-Penipuan.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2015\/01\/Awas-Penipuan.png\",\"width\":699,\"height\":445,\"caption\":\"Awas Penipuan TKI\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/01\/06\/tata-cara-menangani-kasus-sendiri-penipuan-tki-malaysia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"(Bahasa Indonesia) Panduan Menangani Kasus Sendiri: Penipuan TKI\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"description\":\"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"width\":80,\"height\":80,\"caption\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/28403c44a8f8d6324fe91fd851105b0e\",\"name\":\"Ridwan Wahyudi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/91b1850266d77d5c26e5bd82b4329387903e35eba7ca84ff99b0296aa361cd54?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/91b1850266d77d5c26e5bd82b4329387903e35eba7ca84ff99b0296aa361cd54?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Ridwan Wahyudi\"},\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/krt-ridwan-wahyudi\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"(Bahasa Indonesia) Panduan Menangani Kasus Sendiri: Penipuan TKI - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/01\/06\/tata-cara-menangani-kasus-sendiri-penipuan-tki-malaysia\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"(Bahasa Indonesia) Panduan Menangani Kasus Sendiri: Penipuan TKI - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","og_description":"(Bahasa Indonesia) Penipuan atau dugaan penipuan, kerap menimpa Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri. Tidak terkecuali TKI Malaysia. Gaji yang tidak dibayarkan oleh majikan, pengurusan permit kerja yang melalui agen, penempatan kerja yang tidak sesuai kontrak kerja dan bentuk lain modus praktik-praktik penipuan.  Pada dasarnya segala jenis bentuk penipuan, kita mampu menyelesaikannya sendiri. Namun ada beberapa langkah pembekalan sebelum kita bertindak,","og_url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/01\/06\/tata-cara-menangani-kasus-sendiri-penipuan-tki-malaysia\/","og_site_name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","article_published_time":"2015-01-06T02:09:18+00:00","article_modified_time":"2019-04-10T04:23:16+00:00","og_image":[{"width":699,"height":445,"url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2015\/01\/Awas-Penipuan.png","type":"image\/png"}],"author":"Ridwan Wahyudi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Ridwan Wahyudi","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/01\/06\/tata-cara-menangani-kasus-sendiri-penipuan-tki-malaysia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/01\/06\/tata-cara-menangani-kasus-sendiri-penipuan-tki-malaysia\/"},"author":{"name":"Ridwan Wahyudi","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/28403c44a8f8d6324fe91fd851105b0e"},"headline":"(Bahasa Indonesia) Panduan Menangani Kasus Sendiri: Penipuan TKI","datePublished":"2015-01-06T02:09:18+00:00","dateModified":"2019-04-10T04:23:16+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/01\/06\/tata-cara-menangani-kasus-sendiri-penipuan-tki-malaysia\/"},"wordCount":595,"commentCount":4,"publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/01\/06\/tata-cara-menangani-kasus-sendiri-penipuan-tki-malaysia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2015\/01\/Awas-Penipuan.png","keywords":["kasus","Kasus Malaysia","Kasus Penipuan","Penipuan TKI","Tata cara menangani kasus","TKI Malaysia"],"articleSection":["Guidelines"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/01\/06\/tata-cara-menangani-kasus-sendiri-penipuan-tki-malaysia\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/01\/06\/tata-cara-menangani-kasus-sendiri-penipuan-tki-malaysia\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/01\/06\/tata-cara-menangani-kasus-sendiri-penipuan-tki-malaysia\/","name":"[:id]Panduan Menangani Kasus Sendiri: Penipuan TKI[:] - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/01\/06\/tata-cara-menangani-kasus-sendiri-penipuan-tki-malaysia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/01\/06\/tata-cara-menangani-kasus-sendiri-penipuan-tki-malaysia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2015\/01\/Awas-Penipuan.png","datePublished":"2015-01-06T02:09:18+00:00","dateModified":"2019-04-10T04:23:16+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/01\/06\/tata-cara-menangani-kasus-sendiri-penipuan-tki-malaysia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/01\/06\/tata-cara-menangani-kasus-sendiri-penipuan-tki-malaysia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/01\/06\/tata-cara-menangani-kasus-sendiri-penipuan-tki-malaysia\/#primaryimage","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2015\/01\/Awas-Penipuan.png","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2015\/01\/Awas-Penipuan.png","width":699,"height":445,"caption":"Awas Penipuan TKI"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2015\/01\/06\/tata-cara-menangani-kasus-sendiri-penipuan-tki-malaysia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"(Bahasa Indonesia) Panduan Menangani Kasus Sendiri: Penipuan TKI"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","description":"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi","publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","width":80,"height":80,"caption":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/28403c44a8f8d6324fe91fd851105b0e","name":"Ridwan Wahyudi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/91b1850266d77d5c26e5bd82b4329387903e35eba7ca84ff99b0296aa361cd54?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/91b1850266d77d5c26e5bd82b4329387903e35eba7ca84ff99b0296aa361cd54?s=96&d=mm&r=g","caption":"Ridwan Wahyudi"},"url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/krt-ridwan-wahyudi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12604","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/545"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12604"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12604\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22185,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12604\/revisions\/22185"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12617"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12604"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12604"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12604"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}