{"id":12092,"date":"2014-10-21T04:50:51","date_gmt":"2014-10-21T04:50:51","guid":{"rendered":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?p=12092"},"modified":"2019-04-16T10:04:18","modified_gmt":"2019-04-16T03:04:18","slug":"menerbitkan-buku-setelah-menjadi-tki-di-malaysia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2014\/10\/21\/menerbitkan-buku-setelah-menjadi-tki-di-malaysia\/","title":{"rendered":"(Bahasa Indonesia) Menerbitkan Buku Setelah Menjadi TKI di Malaysia"},"content":{"rendered":"<p>Menerbitkan Buku Setelah Menjadi TKI Di Malaysia<br \/>\n\u201cMenjadi Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia bukan pilihan terbaik\u201d ungkap Desi Lastati(23), seorang buruh migran asal Temanggung, Jawa Tengah.<br \/>\nPada mulanya, ia tidak pernah terfikir akan bekerja di Malaysia sebagai TKI. Jenjang pendidikan hingga lulus SMA ternyata tidak bisa menjamin ia mendapatkan pekerjaan yang bagus di Indonesia. Ia berharap dengan ijazah yang dimiliki bisa menjadi guru bantu di sekolah-sekolah, namun tak berhasil. Pernah ia mencoba mendaftarkan diri sebagai guru bantu di salah satu sekolah di daerahnya seperti yang dilakukan oleh teman-temannya yang lain, namun ditolak dengan alasan belum kuliah sedang saat itu ia tidak mampu untuk melanjutkan kuliah.<br \/>\nSelanjutnya, ia mengajukan beberapa lamaran pekerjaan ke perusahaan-perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan. Ternyata tidak mudah, perlu menunggu. Kalaupun diterima, hanya bekerja sebagai karyawan toko. Sungguh ia merasa tidak seimbang dengan pengorbanan keluarganya yang telah mebiayai sekolahnya hingga ke SMA. Ada perasaan malu, sedih ketika tidak bisa bekerja di tempat yang bagus seperti teman-temannya yang lain.<br \/>\nSeptember 2010, setelah hari raya idul fitri ia memutuskan untuk ikut kakaknya yang sudah dua tahun bekerja di Malaysia. Berangkat dengan cara menjadi pelancong tanpa bekal pengetahuan menjadi TKI. Ia berani karena majikan menanggung sepenuhnya segala uang transport dan biaya pembuatan visa kerja. Pada tahun tersebut, masih diperbolehkan mengajukan permit kerja meski sebagai pelancong. Namun, mulai sekarang sudah tidak bisa lagi.<br \/>\nSaat mengajukan visa kerja, ternyata ia ditolak karena usia tidak cukup. Saat itu usianya baru 19 tahun dan syarat mengajukan visa kerja bagi pembantu rumah adalah 21 tahun, majikan sempat menyuruhnya pulang karena takut jika ditangkap polisi karena illegal, namun ia nekad untuk tetap tinggal di Malaysia dengan segala resiko.<br \/>\nRaut muka dan gaya bahasanya yang seperti warga Sabah membuat ia aman saat terjadi Razia, selain itu ia juga harus berpura-pura seperti warga Malaysia, baik dalam berbusana dan lain sebagainya. Alhasil, setelah dua tahun tinggal di Malaysia tanpa ada kejelasan dokumen, Negara Malaysia membuka program 6p bagi pendatang asing tanpa izin(PATI), dan ia lulus.<br \/>\nMenjadi TKI legal adalah impian setiap warga Negara yang mau bekerja di Malaysia. Setelah ia lulus, kesempatan belajar perlahan-lahan mulai terbuka, mulai dari kursus bahasa dan seminar-seminar yang diadakan oleh TKI-TKI lainnya. Pergaulan tersebut semakin membuka wawasan baru. Minatnya dalam bidang menulis menjadikan ia bisa bertemu dengan penulis-penulis senior dari Indonesia. Ia tidak menyangka bisa bertemu dengan Pipiet Senja, Gol A Gong , Saptuari Sugiharto yang dulunya hanya kenal lewat buku-buku yang pernah i abaca, namun di Malaysia ia bisa bertemu sekaligus belajar bersama.<br \/>\nTawaran menulis buku datang dari Gol A Gong saat melakukan tour literasi ke Malaysiaumah Dunia.. Ada 10 peserta yang diminta untuk menulis dan akan dipilih salah satu karya terbaik. Dan, ia salah satu yang terpilih untuk menyumbangkan salah satu karyanya untuk dijadikantst buku. Buku yang berjudul Next station adalah buku yang ditulis bersama-sama oleh rombongan backpacker berisi kisah-kisah perjalanan sepanjang melakukan tour literasi dari singapura, Melaka dan Kuala Lumpur.<\/p>\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p class=\"qtranxs-available-languages-message qtranxs-available-languages-message-en\">Sorry, this entry is only available in <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12092\" class=\"qtranxs-available-language-link qtranxs-available-language-link-id\" title=\"Bahasa Indonesia\">Bahasa Indonesia<\/a>.<\/p>\n<p>Menjadi TKI legal adalah impian setiap warga negara yang bekerja di Malaysia. Setelah Desi lulus, kesempatan belajar perlahan-lahan mulai terbuka, mulai dari kursus bahasa dan seminar-seminar yang diadakan oleh TKI-TKI lain. Pergaulan tersebut semakin membuka wawasan baru. Minatnya dalam bidang menulis membuatnya bisa bertemu dengan penulis-penulis senior dari Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"author":601,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4904],"tags":[102,2864,3084,3100,736,1540,3101],"class_list":["post-12092","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kiprah","tag-buruh-migran-indonesia","tag-buruh-migran-malaysia","tag-tki-belajar-menulis","tag-tki-legal-malaysia","tag-tki-malaysia","tag-tki-penulis","tag-tki-temanggung-jawa-tengah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>(Bahasa Indonesia) Menerbitkan Buku Setelah Menjadi TKI di Malaysia - Pusat Sumber Daya Buruh Migran<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2014\/10\/21\/menerbitkan-buku-setelah-menjadi-tki-di-malaysia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"(Bahasa Indonesia) Menerbitkan Buku Setelah Menjadi TKI di Malaysia - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Bahasa Indonesia) Menjadi TKI legal adalah impian setiap warga negara yang bekerja di Malaysia. Setelah Desi lulus, kesempatan belajar perlahan-lahan mulai terbuka, mulai dari kursus bahasa dan seminar-seminar yang diadakan oleh TKI-TKI lain. Pergaulan tersebut semakin membuka wawasan baru. Minatnya dalam bidang menulis membuatnya bisa bertemu dengan penulis-penulis senior dari Indonesia.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2014\/10\/21\/menerbitkan-buku-setelah-menjadi-tki-di-malaysia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2014-10-21T04:50:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-04-16T03:04:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Ilustrasi-kelola-informasi-TKI-300x174.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"desi lastati\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"desi lastati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2014\/10\/21\/menerbitkan-buku-setelah-menjadi-tki-di-malaysia\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2014\/10\/21\/menerbitkan-buku-setelah-menjadi-tki-di-malaysia\/\"},\"author\":{\"name\":\"desi lastati\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/2e794d92235596b24f800aca3c686475\"},\"headline\":\"(Bahasa Indonesia) Menerbitkan Buku Setelah Menjadi TKI di Malaysia\",\"datePublished\":\"2014-10-21T04:50:51+00:00\",\"dateModified\":\"2019-04-16T03:04:18+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2014\/10\/21\/menerbitkan-buku-setelah-menjadi-tki-di-malaysia\/\"},\"wordCount\":957,\"commentCount\":1,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2014\/10\/21\/menerbitkan-buku-setelah-menjadi-tki-di-malaysia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Ilustrasi-kelola-informasi-TKI-300x174.jpg\",\"keywords\":[\"Buruh Migran Indonesia\",\"buruh migran malaysia\",\"TKI belajar menulis\",\"TKI legal Malaysia\",\"TKI Malaysia\",\"TKI penulis\",\"TKI Temanggung Jawa Tengah\"],\"articleSection\":[\"Figures\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2014\/10\/21\/menerbitkan-buku-setelah-menjadi-tki-di-malaysia\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2014\/10\/21\/menerbitkan-buku-setelah-menjadi-tki-di-malaysia\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2014\/10\/21\/menerbitkan-buku-setelah-menjadi-tki-di-malaysia\/\",\"name\":\"[:id]Menerbitkan Buku Setelah Menjadi TKI di Malaysia[:] - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2014\/10\/21\/menerbitkan-buku-setelah-menjadi-tki-di-malaysia\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2014\/10\/21\/menerbitkan-buku-setelah-menjadi-tki-di-malaysia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Ilustrasi-kelola-informasi-TKI-300x174.jpg\",\"datePublished\":\"2014-10-21T04:50:51+00:00\",\"dateModified\":\"2019-04-16T03:04:18+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2014\/10\/21\/menerbitkan-buku-setelah-menjadi-tki-di-malaysia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2014\/10\/21\/menerbitkan-buku-setelah-menjadi-tki-di-malaysia\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2014\/10\/21\/menerbitkan-buku-setelah-menjadi-tki-di-malaysia\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Ilustrasi-kelola-informasi-TKI-300x174.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Ilustrasi-kelola-informasi-TKI-300x174.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2014\/10\/21\/menerbitkan-buku-setelah-menjadi-tki-di-malaysia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"(Bahasa Indonesia) Menerbitkan Buku Setelah Menjadi TKI di Malaysia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"description\":\"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"width\":80,\"height\":80,\"caption\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/2e794d92235596b24f800aca3c686475\",\"name\":\"desi lastati\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d1c63e9470650f4e2fb2bdf00a87eab9ec6580cd556157e31cdd8a443e14f8e5?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d1c63e9470650f4e2fb2bdf00a87eab9ec6580cd556157e31cdd8a443e14f8e5?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"desi lastati\"},\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/desi-lastati\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"(Bahasa Indonesia) Menerbitkan Buku Setelah Menjadi TKI di Malaysia - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2014\/10\/21\/menerbitkan-buku-setelah-menjadi-tki-di-malaysia\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"(Bahasa Indonesia) Menerbitkan Buku Setelah Menjadi TKI di Malaysia - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","og_description":"(Bahasa Indonesia) Menjadi TKI legal adalah impian setiap warga negara yang bekerja di Malaysia. Setelah Desi lulus, kesempatan belajar perlahan-lahan mulai terbuka, mulai dari kursus bahasa dan seminar-seminar yang diadakan oleh TKI-TKI lain. Pergaulan tersebut semakin membuka wawasan baru. Minatnya dalam bidang menulis membuatnya bisa bertemu dengan penulis-penulis senior dari Indonesia.","og_url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2014\/10\/21\/menerbitkan-buku-setelah-menjadi-tki-di-malaysia\/","og_site_name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","article_published_time":"2014-10-21T04:50:51+00:00","article_modified_time":"2019-04-16T03:04:18+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Ilustrasi-kelola-informasi-TKI-300x174.jpg","type":"","width":"","height":""}],"author":"desi lastati","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"desi lastati","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2014\/10\/21\/menerbitkan-buku-setelah-menjadi-tki-di-malaysia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2014\/10\/21\/menerbitkan-buku-setelah-menjadi-tki-di-malaysia\/"},"author":{"name":"desi lastati","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/2e794d92235596b24f800aca3c686475"},"headline":"(Bahasa Indonesia) Menerbitkan Buku Setelah Menjadi TKI di Malaysia","datePublished":"2014-10-21T04:50:51+00:00","dateModified":"2019-04-16T03:04:18+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2014\/10\/21\/menerbitkan-buku-setelah-menjadi-tki-di-malaysia\/"},"wordCount":957,"commentCount":1,"publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2014\/10\/21\/menerbitkan-buku-setelah-menjadi-tki-di-malaysia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Ilustrasi-kelola-informasi-TKI-300x174.jpg","keywords":["Buruh Migran Indonesia","buruh migran malaysia","TKI belajar menulis","TKI legal Malaysia","TKI Malaysia","TKI penulis","TKI Temanggung Jawa Tengah"],"articleSection":["Figures"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2014\/10\/21\/menerbitkan-buku-setelah-menjadi-tki-di-malaysia\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2014\/10\/21\/menerbitkan-buku-setelah-menjadi-tki-di-malaysia\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2014\/10\/21\/menerbitkan-buku-setelah-menjadi-tki-di-malaysia\/","name":"[:id]Menerbitkan Buku Setelah Menjadi TKI di Malaysia[:] - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2014\/10\/21\/menerbitkan-buku-setelah-menjadi-tki-di-malaysia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2014\/10\/21\/menerbitkan-buku-setelah-menjadi-tki-di-malaysia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Ilustrasi-kelola-informasi-TKI-300x174.jpg","datePublished":"2014-10-21T04:50:51+00:00","dateModified":"2019-04-16T03:04:18+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2014\/10\/21\/menerbitkan-buku-setelah-menjadi-tki-di-malaysia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2014\/10\/21\/menerbitkan-buku-setelah-menjadi-tki-di-malaysia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2014\/10\/21\/menerbitkan-buku-setelah-menjadi-tki-di-malaysia\/#primaryimage","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Ilustrasi-kelola-informasi-TKI-300x174.jpg","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/Ilustrasi-kelola-informasi-TKI-300x174.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2014\/10\/21\/menerbitkan-buku-setelah-menjadi-tki-di-malaysia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"(Bahasa Indonesia) Menerbitkan Buku Setelah Menjadi TKI di Malaysia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","description":"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi","publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","width":80,"height":80,"caption":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/2e794d92235596b24f800aca3c686475","name":"desi lastati","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d1c63e9470650f4e2fb2bdf00a87eab9ec6580cd556157e31cdd8a443e14f8e5?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d1c63e9470650f4e2fb2bdf00a87eab9ec6580cd556157e31cdd8a443e14f8e5?s=96&d=mm&r=g","caption":"desi lastati"},"url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/desi-lastati\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12092","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/601"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12092"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12092\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22054,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12092\/revisions\/22054"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12092"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12092"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12092"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}