{"id":11698,"date":"2014-06-17T12:16:50","date_gmt":"2014-06-17T12:16:50","guid":{"rendered":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?p=11698"},"modified":"2019-04-10T14:22:29","modified_gmt":"2019-04-10T07:22:29","slug":"gambaran-usaha-budidaya-penggemukan-sapi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2014\/06\/17\/gambaran-usaha-budidaya-penggemukan-sapi\/","title":{"rendered":"(Bahasa Indonesia) Gambaran Usaha Budidaya Penggemukan Sapi"},"content":{"rendered":"<p class=\"qtranxs-available-languages-message qtranxs-available-languages-message-en\">Sorry, this entry is only available in <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11698\" class=\"qtranxs-available-language-link qtranxs-available-language-link-id\" title=\"Bahasa Indonesia\">Bahasa Indonesia<\/a>.<\/p><p><figure id=\"attachment_11699\" aria-describedby=\"caption-attachment-11699\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignleft\"><a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ternak-sapi.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-11699\" title=\"Ilustrasi Ternak Sapi Penggemukan\" src=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ternak-sapi-300x224.jpg\" alt=\"Ilustrasi Ternak Sapi Penggemukan\" width=\"300\" height=\"224\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-11699\" class=\"wp-caption-text\">Ilustrasi Ternak Sapi Penggemukan<\/figcaption><\/figure><\/p>\n<p>Ternak sapi merupakan sebuah kegiatan wirausaha yang mungkin saat ini menjanjikan. Harga daging dan ternak sapi relatif masih tinggi dan akan tetap stabil jika pemerintah bisa menstabilkan harga. Cara menstabilkan harga ini bisa dilakukan dengan meningkatkan tata kelola beternak sapi. Memperbaiki tata kelola beternak sapi jauh lebih penting dan baik daripada mengimpor sapi.<\/p>\n<p>Saat ini untuk menstabilakan harga daging dan ternak sapi, pemerintah memilih jalan impor daging dan ternak sapi siap potong. Jika hal ini terus menerus dilakukan, peternak yang akan mendapatkan masalahnya. Harga daging sapi akan cenderung turun karena banyak daging dan sapi siap konsumsi sehingga ada persaingan harga dengan peternak lokal.<\/p>\n<p>Jika mau melihat kembali perhitungan yang muncul dari usaha peternakan jelas peternak akan mendapatkan keuntungan yang cukup signifikan. Akan tetapi memang perlu peningkatan kapasitas dalam beternak. Jika melihat kondisi saat ini peternak belum memandang soal produksi. Sebagian masyarakat kita juga berpendapat bahwa beternak masih bersifat klanegenan atau hiburan saja.<\/p>\n<p>Berikut ini adalah gambaran usaha beternak sapi potong yang mungkin berguna bagi kawan-kawan buruh migran yang hendak berwirausaha. Lahan yang digunakan untuk beternak sapi kalau bisa merupakan tanah pekarangan yang belum dimanfaatkan dan tidak diperhitungkan untuk sewa lahannya. Sapi bakalan yang dipelihara sebanyak 10 ekor dengan harga awal Rp. 7.500.000\/ekor dengan berat badan awal sekitar 250 kg\/ekor. Sapi dipelihara selama <strong>satu periode atau 5 bulan<\/strong> dengan penambahan berat badan sekitar 0,8-1,2 kg\/ekor dengan biaya Rp.400.000\/bulan.<\/p>\n<p>Penyusutan kandang 20 % \/ tahun dengan demikian penyusutan untuk satu periode. 10<br \/>\nekor sapi membutuhkan obat-obatan sebesar Rp. 50.000\/ekor\/periode. Tenaga kerja 1 orang dengan gaji Rp. 750.000\/bulan. Peralatan kandang yang dibutuhkan sebesar Rp. 250.000\/periode. Kotoran yang dihasilkan selama 1 periode sebanyak 6.000 kg yang bisa dijual lagi dengan harga Rp. 200\/kg.<\/p>\n<p><strong>Pakan yang diperlukan untuk satu periode adalah :<\/strong><br \/>\nHMT 20 kg x 10 x 150 xRp.500<br \/>\nKonsentrat 3 kg x 10 x 150 x Rp. 1.500<br \/>\nPakan tambahan 3 kg x 10 x 150 x Rp. 500<\/p>\n<p><strong>Modal Usaha :<\/strong><br \/>\n1. Pembuatan kandang 30 meter x Rp. 400.000 \u2013&gt; Rp. 12.000.000<br \/>\n2. Peralatan kandang \u2013&gt; Rp. 500.000<\/p>\n<p><strong>Biaya Variabel :<\/strong><br \/>\n1. Sapi bakalan 10 x 250 kg x Rp. 30.000 \u2013&gt; Rp. 75.000.000<br \/>\n2. HMT (pakan) \u2013&gt; Rp. 10.000.000<br \/>\n3. Konsentrat (pakan) \u2013&gt; Rp. 6.750.000<br \/>\n4. Pakan Tambahan \u2013&gt; Rp. 2.250.000<br \/>\nTotal Biaya Variabel \u2013&gt; Rp. 93.000.000<\/p>\n<p><strong>Biaya Tetap :<\/strong><br \/>\n1. Tenaga Kerja 1 orang x 5 x Rp. 750.000 \u2013&gt; Rp. 3.750.000<br \/>\n2. Penyusustan kandang 10 % x Rp. 12.000.000 \u2013&gt; Rp. 1.200.000<br \/>\n3. Penyusutan peralatan \u2013&gt; Rp. 250.000<br \/>\nTotal Modal Tetap \u2013&gt; Rp. 5.200.000<\/p>\n<p><strong>Total biaya<\/strong> untuk usaha = Rp. 93.000.000 + Rp. 5.200.000 = Rp. 98.200.000<\/p>\n<p><strong>Penerimaan<\/strong><br \/>\nPenerimaan didapat dari penjualan sapi dan kotoran. Penambahan berat badan sapi 1 kg x 150 = 150 kg\/ekor\/periode dan berat badan sapi sekarang untuk setiap ekor adalah 400 kg. Berat keseluruhan sapi adalah 10 x 400 kg = 4.000 kg dengan harga daging sapi Rp. 30.000\/kg. Sehingga penerimaan yang didapat dari penjualan daging adalah Rp. 120.000.000. Sedangkan penerimaan yang didapat dari penjualan kotoran ternak 6.000 x Rp. 200 = Rp. 1.200.000<\/p>\n<p><strong>Total penerimaan<\/strong> adalah Rp. 120.000.000 + Rp. 1.200.000 = Rp. 121.000.000. Keuntunganya adalah Rp. 121.000.000 (penerimaan)\u2013 Rp. 98.200.000 (pengeluaran)= Rp. 22.800.000<br \/>\n<strong>B\/C Ratio<\/strong> = Rp. 121.000.000 : Rp. 22.800.000 = 5,3<\/p>\n<p>Meskipun usaha penggemukan sapi memiliki peluang cukup besar namun bukan berarti tanpa ada kendala. Ada sejumlah kendala-kendala yang umum terjadi pada peternak sapi seperti modal besar di awal pemeliharaan, sulit untuk memperoleh pakan sapi berkualitas, harga daging sapi potong yang tidak sebanding dengan biaya pakan, kenaikan bobot badan sapi yang tidak optimal karena serangan penyakit, dan pemasaran sapi potong bagi peternak pemula.<\/p>\n<p>Muhamad Amrun<br \/>\nPegiat Ekonomi Desa\/Alumni Kedokteran Hewan UGM<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p class=\"qtranxs-available-languages-message qtranxs-available-languages-message-en\">Sorry, this entry is only available in <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11698\" class=\"qtranxs-available-language-link qtranxs-available-language-link-id\" title=\"Bahasa Indonesia\">Bahasa Indonesia<\/a>.<\/p>\n<p>Ternak sapi merupakan sebuah kegiatan wirausaha yang mungkin saat ini menjanjikan. Harga daging dan ternak sapi relatif masih tinggi dan akan tetap stabil jika pemerintah bisa menstabilkan harga. Cara menstabilkan harga ini bisa dilakukan dengan meningkatkan tata kelola beternak sapi. Memperbaiki tata kelola beternak sapi jauh lebih penting dan baik daripada mengimpor sapi. Berikut ini adalah gambaran usaha beternak sapi potong yang mungkin berguna bagi kawan-kawan buruh migran yang hendak berwirausaha.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4917],"tags":[102,2846,2845,2847,1023],"class_list":["post-11698","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-panduan-wirausaha","tag-buruh-migran-indonesia","tag-cara-beternak-sapi","tag-purna-tki","tag-usaha-buruh-migran","tag-wirausaha-tki"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>(Bahasa Indonesia) Gambaran Usaha Budidaya Penggemukan Sapi - Pusat Sumber Daya Buruh Migran<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/17\/gambaran-usaha-budidaya-penggemukan-sapi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"(Bahasa Indonesia) Gambaran Usaha Budidaya Penggemukan Sapi - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Bahasa Indonesia) Ternak sapi merupakan sebuah kegiatan wirausaha yang mungkin saat ini menjanjikan. Harga daging dan ternak sapi relatif masih tinggi dan akan tetap stabil jika pemerintah bisa menstabilkan harga. Cara menstabilkan harga ini bisa dilakukan dengan meningkatkan tata kelola beternak sapi. Memperbaiki tata kelola beternak sapi jauh lebih penting dan baik daripada mengimpor sapi. Berikut ini adalah gambaran usaha beternak sapi potong yang mungkin berguna bagi kawan-kawan buruh migran yang hendak berwirausaha.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/17\/gambaran-usaha-budidaya-penggemukan-sapi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2014-06-17T12:16:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-04-10T07:22:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ternak-sapi-300x224.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/17\/gambaran-usaha-budidaya-penggemukan-sapi\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/17\/gambaran-usaha-budidaya-penggemukan-sapi\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/c442ac069d13106b9a2217ff902b2f59\"},\"headline\":\"(Bahasa Indonesia) Gambaran Usaha Budidaya Penggemukan Sapi\",\"datePublished\":\"2014-06-17T12:16:50+00:00\",\"dateModified\":\"2019-04-10T07:22:29+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/17\/gambaran-usaha-budidaya-penggemukan-sapi\/\"},\"wordCount\":537,\"commentCount\":5,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/17\/gambaran-usaha-budidaya-penggemukan-sapi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ternak-sapi-300x224.jpg\",\"keywords\":[\"Buruh Migran Indonesia\",\"cara beternak sapi\",\"purna TKI\",\"usaha buruh migran\",\"wirausaha tki\"],\"articleSection\":[\"\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/17\/gambaran-usaha-budidaya-penggemukan-sapi\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/17\/gambaran-usaha-budidaya-penggemukan-sapi\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/17\/gambaran-usaha-budidaya-penggemukan-sapi\/\",\"name\":\"[:id]Gambaran Usaha Budidaya Penggemukan Sapi[:] - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/17\/gambaran-usaha-budidaya-penggemukan-sapi\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/17\/gambaran-usaha-budidaya-penggemukan-sapi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ternak-sapi-300x224.jpg\",\"datePublished\":\"2014-06-17T12:16:50+00:00\",\"dateModified\":\"2019-04-10T07:22:29+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/17\/gambaran-usaha-budidaya-penggemukan-sapi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/17\/gambaran-usaha-budidaya-penggemukan-sapi\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/17\/gambaran-usaha-budidaya-penggemukan-sapi\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ternak-sapi-300x224.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ternak-sapi-300x224.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/17\/gambaran-usaha-budidaya-penggemukan-sapi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Gambaran Usaha Budidaya Penggemukan Sapi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"description\":\"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"width\":80,\"height\":80,\"caption\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/c442ac069d13106b9a2217ff902b2f59\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0ca19f984a8d3579b1afb58bfc8b6fc2c452afb56934aad3b98b72450693a4b9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0ca19f984a8d3579b1afb58bfc8b6fc2c452afb56934aad3b98b72450693a4b9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"(Bahasa Indonesia) Gambaran Usaha Budidaya Penggemukan Sapi - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/17\/gambaran-usaha-budidaya-penggemukan-sapi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"(Bahasa Indonesia) Gambaran Usaha Budidaya Penggemukan Sapi - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","og_description":"(Bahasa Indonesia) Ternak sapi merupakan sebuah kegiatan wirausaha yang mungkin saat ini menjanjikan. Harga daging dan ternak sapi relatif masih tinggi dan akan tetap stabil jika pemerintah bisa menstabilkan harga. Cara menstabilkan harga ini bisa dilakukan dengan meningkatkan tata kelola beternak sapi. Memperbaiki tata kelola beternak sapi jauh lebih penting dan baik daripada mengimpor sapi. Berikut ini adalah gambaran usaha beternak sapi potong yang mungkin berguna bagi kawan-kawan buruh migran yang hendak berwirausaha.","og_url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/17\/gambaran-usaha-budidaya-penggemukan-sapi\/","og_site_name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","article_published_time":"2014-06-17T12:16:50+00:00","article_modified_time":"2019-04-10T07:22:29+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ternak-sapi-300x224.jpg","type":"","width":"","height":""}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/17\/gambaran-usaha-budidaya-penggemukan-sapi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/17\/gambaran-usaha-budidaya-penggemukan-sapi\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/c442ac069d13106b9a2217ff902b2f59"},"headline":"(Bahasa Indonesia) Gambaran Usaha Budidaya Penggemukan Sapi","datePublished":"2014-06-17T12:16:50+00:00","dateModified":"2019-04-10T07:22:29+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/17\/gambaran-usaha-budidaya-penggemukan-sapi\/"},"wordCount":537,"commentCount":5,"publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/17\/gambaran-usaha-budidaya-penggemukan-sapi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ternak-sapi-300x224.jpg","keywords":["Buruh Migran Indonesia","cara beternak sapi","purna TKI","usaha buruh migran","wirausaha tki"],"articleSection":[""],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/17\/gambaran-usaha-budidaya-penggemukan-sapi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/17\/gambaran-usaha-budidaya-penggemukan-sapi\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/17\/gambaran-usaha-budidaya-penggemukan-sapi\/","name":"[:id]Gambaran Usaha Budidaya Penggemukan Sapi[:] - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/17\/gambaran-usaha-budidaya-penggemukan-sapi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/17\/gambaran-usaha-budidaya-penggemukan-sapi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ternak-sapi-300x224.jpg","datePublished":"2014-06-17T12:16:50+00:00","dateModified":"2019-04-10T07:22:29+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/17\/gambaran-usaha-budidaya-penggemukan-sapi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/17\/gambaran-usaha-budidaya-penggemukan-sapi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/17\/gambaran-usaha-budidaya-penggemukan-sapi\/#primaryimage","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ternak-sapi-300x224.jpg","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ternak-sapi-300x224.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/17\/gambaran-usaha-budidaya-penggemukan-sapi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Gambaran Usaha Budidaya Penggemukan Sapi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","description":"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi","publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","width":80,"height":80,"caption":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/c442ac069d13106b9a2217ff902b2f59","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0ca19f984a8d3579b1afb58bfc8b6fc2c452afb56934aad3b98b72450693a4b9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0ca19f984a8d3579b1afb58bfc8b6fc2c452afb56934aad3b98b72450693a4b9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11698","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11698"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11698\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22336,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11698\/revisions\/22336"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11698"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11698"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11698"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}