{"id":11656,"date":"2014-06-05T13:30:37","date_gmt":"2014-06-05T13:30:37","guid":{"rendered":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?p=11656"},"modified":"2019-04-18T15:35:42","modified_gmt":"2019-04-18T08:35:42","slug":"banyak-remaja-menjadi-buruh-migran-karena-dorongan-orang-tua","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2014\/06\/05\/banyak-remaja-menjadi-buruh-migran-karena-dorongan-orang-tua\/","title":{"rendered":"(Bahasa Indonesia) Banyak Remaja Menjadi Buruh Migran Karena Dorongan Orang Tua"},"content":{"rendered":"<p class=\"qtranxs-available-languages-message qtranxs-available-languages-message-en\">Sorry, this entry is only available in <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11656\" class=\"qtranxs-available-language-link qtranxs-available-language-link-id\" title=\"Bahasa Indonesia\">Bahasa Indonesia<\/a>.<\/p><p><figure id=\"attachment_7617\" aria-describedby=\"caption-attachment-7617\" style=\"width: 281px\" class=\"wp-caption alignleft\"><a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/Ilustrasi-ekonomi-TKI.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-7617\" title=\"Ilustrasi: BMI yang telah kembali ke tanah air, harus mampu memanajemen keuangannya sehingga bisa memiliki usaha dan tak harus kembali bekerja di luar negeri.\" src=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/Ilustrasi-ekonomi-TKI-281x300.jpg\" alt=\"Ilustrasi: BMI yang telah kembali ke tanah air, harus mampu memanajemen keuangannya sehingga bisa memiliki usaha dan tak harus kembali bekerja di luar negeri.\" width=\"281\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/Ilustrasi-ekonomi-TKI-281x300.jpg 281w, https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/Ilustrasi-ekonomi-TKI.jpg 400w\" sizes=\"auto, (max-width: 281px) 100vw, 281px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-7617\" class=\"wp-caption-text\">Ilustrasi: BMI yang telah kembali ke tanah air, harus mampu memanajemen keuangannya sehingga bisa memiliki usaha dan tak harus kembali bekerja di luar negeri.<\/figcaption><\/figure><\/p>\n<p>Faktor ekonomi merupakan salah satu alasan bagi sebagian besar buruh migran untuk bekerja ke luar negeri. Namun tak hanya satu alasan itu saja, ada banyak alasan lain yang pada akhirnya mendorong mereka menjadi pekerja migran. Salah satunya adalah dorongan dari orangtua atau orang-orang terdekat. Salah satu buruh migran remaja, Siti Khayatul Hikmah (19), menceritakan keputusannya untuk bekerja di Taiwan tahun 2013 silam.<\/p>\n<p>&#8220;Saya tadinya cari-cari kerja di sini saja, tapi keluarga menyuruh saya untuk berangkat ke luar negeri. Selain itu orang-orang yang pernah ke luar negeri juga menyarankan saya untuk jadi TKI saja,\u201d kata Hikmah, remaja yang lulus SMA tahun 2012 ini.<br \/>\nMenurut Hikmah, orangtuanya menyuruh bekerja ke luar negeri karena gaji sebagai pekerja yang hanya lulusan SMA di Indonesia tidak besar. Selain itu kesuksesan beberapa tetangganya yang pernah bekerja sebagai buruh migran juga menjadi alasan, sehingga keluarganya terus mendorong agar mau menjadi buruh migran.<br \/>\n&#8220;Sejauh ini saya betah-betah saja karena majikan juga baik. Kontrak kerja saya 3 tahun di sini. Saya bekerja seperti ini biar nanti bisa beli rumah dan mobil sendiri kalau sudah pulang ke Indonesia,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Selain Siti Khayatul Hikmah, masih banyak remaja di desa Dawuhanwetan, Kedungabanteng, Banyumas yang memilih bekerja menjadi buruh migran. Salah satunya Triani (23), remaja yang bekerja di Malaysia sejak 2005 ini hanya mengenyam pendidikan tingkat SMP.<br \/>\n&#8220;Orangtua yang menyuruh bekerja ke luar negeri, saya juga sudah nggak semangat meneruskan sekolah setelah SMP. Jadi saya setuju saja karena pengen cepet-cepet bantu keuangan orangtua juga,&#8221; ungkap Triani yang dihubungi via jejaring sosial.<\/p>\n<p>Ia menambahkan bahwa penghasilan orangtua tak cukup untuk membiayainya sekolah bila lanjut ke SMA. &#8220;Kalau bekerja di Indonesia dengan pendidikan SMP nanti gajinya sedikit, beda jauh sama gaji di luar negeri,\u201d tambah Tri, BMI Malaysia yang menikah dan menetap dengan suami asal negeri jiran itu.<br \/>\nPendapat orangtua Triani juga tak beda jauh. Maryamah (49), Ibu kandung Triani, sangat mendukung anaknya untuk bekerja ke luar negeri. Ia berpendapat bahwa pendidikan sampai SMP sudah cukup untuk bekal anaknya bekerja kelak.<br \/>\n&#8220;Sekolah tinggi-tinggi juga untuk apa, kalau sekarang saja sudah bisa mencari uang. Lagian banyak juga orang-orang yang sukses bekerja ke luar negeri. Alhamdulillah anak saya juga sukses di sana dan malah sekarang sudah menikah dengan orang asli Malaysia,\u201d ujar Maryamah saat ditemui di rumahnya Sabtu (31\/5).<\/p>\n<p>Sevita Dwi Yani<br \/>\nPegiat Seruni Banyumas\/Pemudi Desa Dawuhanwetan)<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p class=\"qtranxs-available-languages-message qtranxs-available-languages-message-en\">Sorry, this entry is only available in <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11656\" class=\"qtranxs-available-language-link qtranxs-available-language-link-id\" title=\"Bahasa Indonesia\">Bahasa Indonesia<\/a>.<\/p>\n<p>Faktor ekonomi merupakan salah satu alasan bagi sebagian besar buruh migran untuk bekerja ke luar negeri. Namun tak hanya satu alasan itu saja, ada banyak alasan lain yang pada akhirnya mendorong mereka menjadi pekerja migran. Salah satunya adalah dorongan dari orangtua atau orang-orang terdekat. Salah satu buruh migran remaja, Siti Khayatul Hikmah (19), menceritakan keputusannya untuk bekerja di Taiwan tahun 2013 silam.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[860],"tags":[1644,102,2829,911],"class_list":["post-11656","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita","tag-alasan-menjadi-tki","tag-buruh-migran-indonesia","tag-faktor-menjadi-tki","tag-tki-banyumas"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>(Bahasa Indonesia) Banyak Remaja Menjadi Buruh Migran Karena Dorongan Orang Tua - Pusat Sumber Daya Buruh Migran<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/05\/banyak-remaja-menjadi-buruh-migran-karena-dorongan-orang-tua\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"(Bahasa Indonesia) Banyak Remaja Menjadi Buruh Migran Karena Dorongan Orang Tua - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Bahasa Indonesia) Faktor ekonomi merupakan salah satu alasan bagi sebagian besar buruh migran untuk bekerja ke luar negeri. Namun tak hanya satu alasan itu saja, ada banyak alasan lain yang pada akhirnya mendorong mereka menjadi pekerja migran. Salah satunya adalah dorongan dari orangtua atau orang-orang terdekat. Salah satu buruh migran remaja, Siti Khayatul Hikmah (19), menceritakan keputusannya untuk bekerja di Taiwan tahun 2013 silam.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/05\/banyak-remaja-menjadi-buruh-migran-karena-dorongan-orang-tua\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2014-06-05T13:30:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-04-18T08:35:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/Ilustrasi-ekonomi-TKI-281x300.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/05\/banyak-remaja-menjadi-buruh-migran-karena-dorongan-orang-tua\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/05\/banyak-remaja-menjadi-buruh-migran-karena-dorongan-orang-tua\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/c442ac069d13106b9a2217ff902b2f59\"},\"headline\":\"(Bahasa Indonesia) Banyak Remaja Menjadi Buruh Migran Karena Dorongan Orang Tua\",\"datePublished\":\"2014-06-05T13:30:37+00:00\",\"dateModified\":\"2019-04-18T08:35:42+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/05\/banyak-remaja-menjadi-buruh-migran-karena-dorongan-orang-tua\/\"},\"wordCount\":415,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/05\/banyak-remaja-menjadi-buruh-migran-karena-dorongan-orang-tua\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/Ilustrasi-ekonomi-TKI-281x300.jpg\",\"keywords\":[\"alasan menjadi TKI\",\"Buruh Migran Indonesia\",\"faktor menjadi TKI\",\"tki banyumas\"],\"articleSection\":[\"News\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/05\/banyak-remaja-menjadi-buruh-migran-karena-dorongan-orang-tua\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/05\/banyak-remaja-menjadi-buruh-migran-karena-dorongan-orang-tua\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/05\/banyak-remaja-menjadi-buruh-migran-karena-dorongan-orang-tua\/\",\"name\":\"[:id]Banyak Remaja Menjadi Buruh Migran Karena Dorongan Orang Tua[:] - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/05\/banyak-remaja-menjadi-buruh-migran-karena-dorongan-orang-tua\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/05\/banyak-remaja-menjadi-buruh-migran-karena-dorongan-orang-tua\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/Ilustrasi-ekonomi-TKI-281x300.jpg\",\"datePublished\":\"2014-06-05T13:30:37+00:00\",\"dateModified\":\"2019-04-18T08:35:42+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/05\/banyak-remaja-menjadi-buruh-migran-karena-dorongan-orang-tua\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/05\/banyak-remaja-menjadi-buruh-migran-karena-dorongan-orang-tua\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/05\/banyak-remaja-menjadi-buruh-migran-karena-dorongan-orang-tua\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/Ilustrasi-ekonomi-TKI-281x300.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/Ilustrasi-ekonomi-TKI-281x300.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/05\/banyak-remaja-menjadi-buruh-migran-karena-dorongan-orang-tua\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Banyak Remaja Menjadi Buruh Migran Karena Dorongan Orang Tua\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"description\":\"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"width\":80,\"height\":80,\"caption\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/c442ac069d13106b9a2217ff902b2f59\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0ca19f984a8d3579b1afb58bfc8b6fc2c452afb56934aad3b98b72450693a4b9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0ca19f984a8d3579b1afb58bfc8b6fc2c452afb56934aad3b98b72450693a4b9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"(Bahasa Indonesia) Banyak Remaja Menjadi Buruh Migran Karena Dorongan Orang Tua - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/05\/banyak-remaja-menjadi-buruh-migran-karena-dorongan-orang-tua\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"(Bahasa Indonesia) Banyak Remaja Menjadi Buruh Migran Karena Dorongan Orang Tua - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","og_description":"(Bahasa Indonesia) Faktor ekonomi merupakan salah satu alasan bagi sebagian besar buruh migran untuk bekerja ke luar negeri. Namun tak hanya satu alasan itu saja, ada banyak alasan lain yang pada akhirnya mendorong mereka menjadi pekerja migran. Salah satunya adalah dorongan dari orangtua atau orang-orang terdekat. Salah satu buruh migran remaja, Siti Khayatul Hikmah (19), menceritakan keputusannya untuk bekerja di Taiwan tahun 2013 silam.","og_url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/05\/banyak-remaja-menjadi-buruh-migran-karena-dorongan-orang-tua\/","og_site_name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","article_published_time":"2014-06-05T13:30:37+00:00","article_modified_time":"2019-04-18T08:35:42+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/Ilustrasi-ekonomi-TKI-281x300.jpg","type":"","width":"","height":""}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/05\/banyak-remaja-menjadi-buruh-migran-karena-dorongan-orang-tua\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/05\/banyak-remaja-menjadi-buruh-migran-karena-dorongan-orang-tua\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/c442ac069d13106b9a2217ff902b2f59"},"headline":"(Bahasa Indonesia) Banyak Remaja Menjadi Buruh Migran Karena Dorongan Orang Tua","datePublished":"2014-06-05T13:30:37+00:00","dateModified":"2019-04-18T08:35:42+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/05\/banyak-remaja-menjadi-buruh-migran-karena-dorongan-orang-tua\/"},"wordCount":415,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/05\/banyak-remaja-menjadi-buruh-migran-karena-dorongan-orang-tua\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/Ilustrasi-ekonomi-TKI-281x300.jpg","keywords":["alasan menjadi TKI","Buruh Migran Indonesia","faktor menjadi TKI","tki banyumas"],"articleSection":["News"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/05\/banyak-remaja-menjadi-buruh-migran-karena-dorongan-orang-tua\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/05\/banyak-remaja-menjadi-buruh-migran-karena-dorongan-orang-tua\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/05\/banyak-remaja-menjadi-buruh-migran-karena-dorongan-orang-tua\/","name":"[:id]Banyak Remaja Menjadi Buruh Migran Karena Dorongan Orang Tua[:] - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/05\/banyak-remaja-menjadi-buruh-migran-karena-dorongan-orang-tua\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/05\/banyak-remaja-menjadi-buruh-migran-karena-dorongan-orang-tua\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/Ilustrasi-ekonomi-TKI-281x300.jpg","datePublished":"2014-06-05T13:30:37+00:00","dateModified":"2019-04-18T08:35:42+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/05\/banyak-remaja-menjadi-buruh-migran-karena-dorongan-orang-tua\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/05\/banyak-remaja-menjadi-buruh-migran-karena-dorongan-orang-tua\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/05\/banyak-remaja-menjadi-buruh-migran-karena-dorongan-orang-tua\/#primaryimage","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/Ilustrasi-ekonomi-TKI-281x300.jpg","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/Ilustrasi-ekonomi-TKI-281x300.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2014\/06\/05\/banyak-remaja-menjadi-buruh-migran-karena-dorongan-orang-tua\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Banyak Remaja Menjadi Buruh Migran Karena Dorongan Orang Tua"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","description":"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi","publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","width":80,"height":80,"caption":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/c442ac069d13106b9a2217ff902b2f59","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0ca19f984a8d3579b1afb58bfc8b6fc2c452afb56934aad3b98b72450693a4b9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0ca19f984a8d3579b1afb58bfc8b6fc2c452afb56934aad3b98b72450693a4b9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11656","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11656"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11656\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23595,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11656\/revisions\/23595"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11656"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11656"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11656"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}