{"id":10182,"date":"2013-07-26T00:28:45","date_gmt":"2013-07-26T00:28:45","guid":{"rendered":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?p=10182"},"modified":"2019-04-22T10:58:51","modified_gmt":"2019-04-22T03:58:51","slug":"koperasi-tki-purna-kembangkan-budidaya-ayam-petelur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/2013\/07\/26\/koperasi-tki-purna-kembangkan-budidaya-ayam-petelur\/","title":{"rendered":"(Bahasa Indonesia) Koperasi TKI Purna, Kembangkan Budidaya Ayam Petelur"},"content":{"rendered":"<p class=\"qtranxs-available-languages-message qtranxs-available-languages-message-en\">Sorry, this entry is only available in <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10182\" class=\"qtranxs-available-language-link qtranxs-available-language-link-id\" title=\"Bahasa Indonesia\">Bahasa Indonesia<\/a>.<\/p><p><figure id=\"attachment_10184\" aria-describedby=\"caption-attachment-10184\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignleft\"><a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2013\/07\/Anik-Sugiono-Mantan-TKI-Malaysia-yang-mengembangkan-bisnis-ayam-petelor-ramah-lingkungan-di-daerah-Ngantang-Kabupaten-Malang.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-10184\" title=\"Anik Sugiono, Mantan TKI Malaysia yang mengembangkan bisnis ayam petelor ramah lingkungan di daerah Ngantang, Kabupaten Malang\" src=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2013\/07\/Anik-Sugiono-Mantan-TKI-Malaysia-yang-mengembangkan-bisnis-ayam-petelor-ramah-lingkungan-di-daerah-Ngantang-Kabupaten-Malang-300x257.jpg\" alt=\"Anik Sugiono, Mantan TKI Malaysia yang mengembangkan bisnis ayam petelor ramah lingkungan di daerah Ngantang, Kabupaten Malang\" width=\"300\" height=\"257\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-10184\" class=\"wp-caption-text\">Anik Sugiono, Mantan TKI Malaysia yang mengembangkan bisnis ayam petelur ramah lingkungan di daerah Ngantang, Kabupaten Malang<\/figcaption><\/figure><\/p>\n<p>Beberapa anggota Koperasi TKI Purna Jaya Makmur, Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Malang, mengembangkan budidaya ayam ras petelur. Berbeda dengan budidaya ayam petelur yang menggunakan sistem baterai, budidaya yang dikembangkan anggota SBMI Malang menggunakan sistem postal yang ramah lingkungan.<\/p>\n<p>Menurut Anik Sugiono (29), sistem\u00a0 postal merupakan perkandangan di mana ayam ras petelur dilepaskan secara bersama-sama, bukan dikurung satu-satu dengan sistem baterai. Ukuran kandang sistem postal adalah 1 meter persegi untuk setiap 8 ekor ayam dan disediakan kotak-kotak untuk bertelur disekeliling kandang.<\/p>\n<p>&#8220;Lantai kandang postal ditabur dengan gamping, setelah kering, kurang lebih 1 hari, lantai ditaburi sekam padi setebal 1 sampai 2cm. Kotak untuk tempat bertelur, dibuat memanjang disekeliling kandang dengan ukuran 35cm X 35cm X 35cm, dengan ketinggian kurang lebih 20cm dari lantai kandang.&#8221; tutur Anik, Ketua Koperasi TKI Purna Jaya Makmur, Ngantang, Malang.<\/p>\n<p>Saat ditanya apa kelebihan dari budidaya ayam ras petelur menggunakan sistem postal?, Anik menyampaikan salahsatunya adalah ramah lingkungan. Setiap 4 bulan sekali, limbah kotoran ayam yang sudah bercampur sekam padi, bisa digunakan atau dijual sebagai pupuk organik. Kotoran ayam dengan kandang sistem postal itu kering dan tidak berbau, karena sistem ini menggunakan Co Enzim.<\/p>\n<p>&#8220;Co Enzim merupakan bahan ekstrak alami yang dicampur pakan ayam, sehingga kotoran tidak bau. Budidaya ayam petelur dengan sistem postal, sangat cocok bagi mantan BMI yang tinggal di pemukiman padat penduduk, karena ramah lingkungan dan tidak kotorannya bau.&#8221; tambah Anik.<\/p>\n<p>Usaha budidaya ayam ras petelur bisa menjadi peluang bagi buruh migran yang akan pulang kampung. Bisnis ayam petelur cukup menjanjikan, karena kebutuhan masyarakat akan telur semakin meningkat.<\/p>\n<p>&#8220;Dari 200 ayam petelur yang saya kelola, telur yang terkumpul setiap hari, pasti habis dibeli tetangga sekitar. Jadi, saya tidak perlu sampai menjual ke pasar. Bisnis ayam petelur bisa jadi sampingan. Saya hanya butuh waktu sore untuk mempersiapkan ransum (pakan ayam) dan 1 jam di pagi hari untuk memberi makan. Selebihnya, Saya bisa kerja ke kantor atau mengerjakan pekerjaan rumah lainnya.&#8221; tutur Yati, anggota SBMI Malang yang juga mengembangkan bisnis ayam petelur.<\/p>\n<p>Sebagai gambaran usaha, berikut video penjelasan tentang bisnis ayam petelur dari Anik Sugiono berikut:<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" src=\"\/\/www.youtube.com\/embed\/vEfvhLRdnkc\" width=\"420\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p><strong>ANALISIS USAHA AYAM RAS PETELUR (untuk 100 ekor ayam siap telur\/pullet)<\/strong><\/p>\n<p>Apabila sobat buruh migran tertarik dengan bisnis ayam petelur, berikut analisis usaha yang dibuat Koperasi TKI Purna Jaya Makmur.<\/p>\n<ol>\n<li>Kebutuhan modal awal sekitar Rp.15.000.000.,- \/ 100 ekor ayam (untuk bibit ayam, pakan, kandang,)<\/li>\n<li>Pembuatan kandang Rp.8.000.000,- (bisa ditekan dengan memanfaatkan kayu-kayu bekas bongkaran bangunan)<\/li>\n<li>Ayam siap telur (pullet)\u00a0 Rp.52.000,- x 100 ekor = Rp. 5.200.000,- (harga per-awal 2013)<\/li>\n<li>Pakan Konsentrat 3 Kg x Rp.5.000,-\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 = Rp. 15.000,-<\/li>\n<li>Pakan Beras Jagung 6 Kg x Rp.2.500,- = Rp. 15.000,-<\/li>\n<li>Pakan Bekatul 2 Kg x Rp.1.000\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 = Rp.\u00a0\u00a0 2.000,-<\/li>\n<li>Tiga jenis pakan di atas dicampur menjadi 11 Kg = Rp.32.000,-<\/li>\n<li>1 ekor per hari butuh 110gr pakan, 110gr x 100 ekor = 11.000 gr atau 11 Kg, jadi per hari 100 ekor ayam butuh 11 Kg Pakan (Rp.32.000,-)<\/li>\n<li>Total biaya pakan hingga produksi (betelor) adalah sekitar Rp.1.000.000,-<\/li>\n<li>Hasil telur untuk 100 ekor, rata-rata adalah 6 Kg per hari<\/li>\n<li>Harga telur Rp.12.000,-\/Kg x 6 Kg\/hari = Rp. 72.000,-\/hari<\/li>\n<li>Keuntungan bersih per hari (harga telur per hari dikurangi biaya pakan per hari) Rp.72.000 &#8211;\u00a0 Rp.32.000 =<strong> Rp.40.000,-\/hari<\/strong><\/li>\n<li>Keuntungan perbulan\u00a0 Rp.40.000,- x 30 hari = Rp.1.200.000,-<\/li>\n<li>Masa produksi 3 tahun (sejak pertama kali bertelor)<\/li>\n<li>Kotoran ayam dijual per kantong = Rp.10.000,-<\/li>\n<li>Ayam afkir (sudah tidak bertelor) dijual jadi ayam pedaging = Rp.35.000,-\/ekor<\/li>\n<\/ol>\n<p>Keterangan lebih lanjut bisa menghubungi SBMI Malang di alamat email:\u00a0 <strong>sbmi.mlg@gmail.com<\/strong><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p class=\"qtranxs-available-languages-message qtranxs-available-languages-message-en\">Sorry, this entry is only available in <a href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10182\" class=\"qtranxs-available-language-link qtranxs-available-language-link-id\" title=\"Bahasa Indonesia\">Bahasa Indonesia<\/a>.<\/p>\n<p>Usaha ayam petelur bisa menjadi peluang bagi buruh migran yang akan pulang kampung. Bisnis ini menjanjikan, karena kebutuhan masyarakat akan telur semakin meningkat. Koperasi TKI Purna Jaya Makmur yang dikelola anggota Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Malang, mengembangkan budidaya ayam ras petelor. Berbeda dengan budidaya ayam petelur yang menggunakan sistem baterai, budidaya yang dikembangkan anggota SBMI Malang menggunakan sistem postal yang ramah lingkungan.<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4911],"tags":[2404,2406,2403,2405,2402,1912,1913,763,1023],"class_list":["post-10182","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ekonomi-wirausaha","tag-bisnis-ayam-petelor","tag-bisnis-tki","tag-bmi-malang","tag-kandang-ramah-lingkungan","tag-mantan-tki-malaysia","tag-sbmi-malang","tag-tki-malang","tag-usaha-tki","tag-wirausaha-tki"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>(Bahasa Indonesia) Koperasi TKI Purna, Kembangkan Budidaya Ayam Petelur - Pusat Sumber Daya Buruh Migran<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2013\/07\/26\/koperasi-tki-purna-kembangkan-budidaya-ayam-petelur\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"(Bahasa Indonesia) Koperasi TKI Purna, Kembangkan Budidaya Ayam Petelur - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Bahasa Indonesia) Usaha ayam petelur bisa menjadi peluang bagi buruh migran yang akan pulang kampung. Bisnis ini menjanjikan, karena kebutuhan masyarakat akan telur semakin meningkat. Koperasi TKI Purna Jaya Makmur yang dikelola anggota Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Malang, mengembangkan budidaya ayam ras petelor. Berbeda dengan budidaya ayam petelur yang menggunakan sistem baterai, budidaya yang dikembangkan anggota SBMI Malang menggunakan sistem postal yang ramah lingkungan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2013\/07\/26\/koperasi-tki-purna-kembangkan-budidaya-ayam-petelur\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2013-07-26T00:28:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-04-22T03:58:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2013\/07\/Anik-Sugiono-Mantan-TKI-Malaysia-yang-mengembangkan-bisnis-ayam-petelor-ramah-lingkungan-di-daerah-Ngantang-Kabupaten-Malang-300x257.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Fathulloh\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Fathulloh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2013\/07\/26\/koperasi-tki-purna-kembangkan-budidaya-ayam-petelur\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2013\/07\/26\/koperasi-tki-purna-kembangkan-budidaya-ayam-petelur\/\"},\"author\":{\"name\":\"Fathulloh\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/259938f75e685506c655e228834f8b47\"},\"headline\":\"(Bahasa Indonesia) Koperasi TKI Purna, Kembangkan Budidaya Ayam Petelur\",\"datePublished\":\"2013-07-26T00:28:45+00:00\",\"dateModified\":\"2019-04-22T03:58:51+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2013\/07\/26\/koperasi-tki-purna-kembangkan-budidaya-ayam-petelur\/\"},\"wordCount\":586,\"commentCount\":8,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2013\/07\/26\/koperasi-tki-purna-kembangkan-budidaya-ayam-petelur\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2013\/07\/Anik-Sugiono-Mantan-TKI-Malaysia-yang-mengembangkan-bisnis-ayam-petelor-ramah-lingkungan-di-daerah-Ngantang-Kabupaten-Malang-300x257.jpg\",\"keywords\":[\"Bisnis Ayam Petelor\",\"bisnis TKI\",\"BMI Malang\",\"Kandang ramah lingkungan\",\"Mantan TKI Malaysia\",\"SBMI Malang\",\"TKI Malang\",\"Usaha TKI\",\"wirausaha tki\"],\"articleSection\":[\"Economy and Entrepeneur\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2013\/07\/26\/koperasi-tki-purna-kembangkan-budidaya-ayam-petelur\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2013\/07\/26\/koperasi-tki-purna-kembangkan-budidaya-ayam-petelur\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2013\/07\/26\/koperasi-tki-purna-kembangkan-budidaya-ayam-petelur\/\",\"name\":\"[:id]Koperasi TKI Purna, Kembangkan Budidaya Ayam Petelur[:] - Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2013\/07\/26\/koperasi-tki-purna-kembangkan-budidaya-ayam-petelur\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2013\/07\/26\/koperasi-tki-purna-kembangkan-budidaya-ayam-petelur\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2013\/07\/Anik-Sugiono-Mantan-TKI-Malaysia-yang-mengembangkan-bisnis-ayam-petelor-ramah-lingkungan-di-daerah-Ngantang-Kabupaten-Malang-300x257.jpg\",\"datePublished\":\"2013-07-26T00:28:45+00:00\",\"dateModified\":\"2019-04-22T03:58:51+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2013\/07\/26\/koperasi-tki-purna-kembangkan-budidaya-ayam-petelur\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2013\/07\/26\/koperasi-tki-purna-kembangkan-budidaya-ayam-petelur\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2013\/07\/26\/koperasi-tki-purna-kembangkan-budidaya-ayam-petelur\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2013\/07\/Anik-Sugiono-Mantan-TKI-Malaysia-yang-mengembangkan-bisnis-ayam-petelor-ramah-lingkungan-di-daerah-Ngantang-Kabupaten-Malang-300x257.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2013\/07\/Anik-Sugiono-Mantan-TKI-Malaysia-yang-mengembangkan-bisnis-ayam-petelor-ramah-lingkungan-di-daerah-Ngantang-Kabupaten-Malang-300x257.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2013\/07\/26\/koperasi-tki-purna-kembangkan-budidaya-ayam-petelur\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"(Bahasa Indonesia) Koperasi TKI Purna, Kembangkan Budidaya Ayam Petelur\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"description\":\"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization\",\"name\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png\",\"width\":80,\"height\":80,\"caption\":\"Pusat Sumber Daya Buruh Migran\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/259938f75e685506c655e228834f8b47\",\"name\":\"Fathulloh\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/53c3a871eb077cc5dcbe069b932805ce093cfbd064a22b4c6ed23b14712579ac?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/53c3a871eb077cc5dcbe069b932805ce093cfbd064a22b4c6ed23b14712579ac?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Fathulloh\"},\"description\":\"Anggota redaksi Pusat Sumber Daya Buruh Migran. Menggemari jurnalisme warga dan menjadi teman belajar pewarta buruh migran\",\"url\":\"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/lamuk\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"(Bahasa Indonesia) Koperasi TKI Purna, Kembangkan Budidaya Ayam Petelur - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2013\/07\/26\/koperasi-tki-purna-kembangkan-budidaya-ayam-petelur\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"(Bahasa Indonesia) Koperasi TKI Purna, Kembangkan Budidaya Ayam Petelur - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","og_description":"(Bahasa Indonesia) Usaha ayam petelur bisa menjadi peluang bagi buruh migran yang akan pulang kampung. Bisnis ini menjanjikan, karena kebutuhan masyarakat akan telur semakin meningkat. Koperasi TKI Purna Jaya Makmur yang dikelola anggota Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Malang, mengembangkan budidaya ayam ras petelor. Berbeda dengan budidaya ayam petelur yang menggunakan sistem baterai, budidaya yang dikembangkan anggota SBMI Malang menggunakan sistem postal yang ramah lingkungan.","og_url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2013\/07\/26\/koperasi-tki-purna-kembangkan-budidaya-ayam-petelur\/","og_site_name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","article_published_time":"2013-07-26T00:28:45+00:00","article_modified_time":"2019-04-22T03:58:51+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2013\/07\/Anik-Sugiono-Mantan-TKI-Malaysia-yang-mengembangkan-bisnis-ayam-petelor-ramah-lingkungan-di-daerah-Ngantang-Kabupaten-Malang-300x257.jpg","type":"","width":"","height":""}],"author":"Fathulloh","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Fathulloh","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2013\/07\/26\/koperasi-tki-purna-kembangkan-budidaya-ayam-petelur\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2013\/07\/26\/koperasi-tki-purna-kembangkan-budidaya-ayam-petelur\/"},"author":{"name":"Fathulloh","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/259938f75e685506c655e228834f8b47"},"headline":"(Bahasa Indonesia) Koperasi TKI Purna, Kembangkan Budidaya Ayam Petelur","datePublished":"2013-07-26T00:28:45+00:00","dateModified":"2019-04-22T03:58:51+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2013\/07\/26\/koperasi-tki-purna-kembangkan-budidaya-ayam-petelur\/"},"wordCount":586,"commentCount":8,"publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2013\/07\/26\/koperasi-tki-purna-kembangkan-budidaya-ayam-petelur\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2013\/07\/Anik-Sugiono-Mantan-TKI-Malaysia-yang-mengembangkan-bisnis-ayam-petelor-ramah-lingkungan-di-daerah-Ngantang-Kabupaten-Malang-300x257.jpg","keywords":["Bisnis Ayam Petelor","bisnis TKI","BMI Malang","Kandang ramah lingkungan","Mantan TKI Malaysia","SBMI Malang","TKI Malang","Usaha TKI","wirausaha tki"],"articleSection":["Economy and Entrepeneur"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/2013\/07\/26\/koperasi-tki-purna-kembangkan-budidaya-ayam-petelur\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2013\/07\/26\/koperasi-tki-purna-kembangkan-budidaya-ayam-petelur\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2013\/07\/26\/koperasi-tki-purna-kembangkan-budidaya-ayam-petelur\/","name":"[:id]Koperasi TKI Purna, Kembangkan Budidaya Ayam Petelur[:] - Pusat Sumber Daya Buruh Migran","isPartOf":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2013\/07\/26\/koperasi-tki-purna-kembangkan-budidaya-ayam-petelur\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2013\/07\/26\/koperasi-tki-purna-kembangkan-budidaya-ayam-petelur\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2013\/07\/Anik-Sugiono-Mantan-TKI-Malaysia-yang-mengembangkan-bisnis-ayam-petelor-ramah-lingkungan-di-daerah-Ngantang-Kabupaten-Malang-300x257.jpg","datePublished":"2013-07-26T00:28:45+00:00","dateModified":"2019-04-22T03:58:51+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2013\/07\/26\/koperasi-tki-purna-kembangkan-budidaya-ayam-petelur\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/buruhmigran.or.id\/2013\/07\/26\/koperasi-tki-purna-kembangkan-budidaya-ayam-petelur\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2013\/07\/26\/koperasi-tki-purna-kembangkan-budidaya-ayam-petelur\/#primaryimage","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2013\/07\/Anik-Sugiono-Mantan-TKI-Malaysia-yang-mengembangkan-bisnis-ayam-petelor-ramah-lingkungan-di-daerah-Ngantang-Kabupaten-Malang-300x257.jpg","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2013\/07\/Anik-Sugiono-Mantan-TKI-Malaysia-yang-mengembangkan-bisnis-ayam-petelor-ramah-lingkungan-di-daerah-Ngantang-Kabupaten-Malang-300x257.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/2013\/07\/26\/koperasi-tki-purna-kembangkan-budidaya-ayam-petelur\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"(Bahasa Indonesia) Koperasi TKI Purna, Kembangkan Budidaya Ayam Petelur"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#website","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","description":"Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) - Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi","publisher":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#organization","name":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","contentUrl":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/logo-psdbm-color.png","width":80,"height":80,"caption":"Pusat Sumber Daya Buruh Migran"},"image":{"@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/259938f75e685506c655e228834f8b47","name":"Fathulloh","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/53c3a871eb077cc5dcbe069b932805ce093cfbd064a22b4c6ed23b14712579ac?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/53c3a871eb077cc5dcbe069b932805ce093cfbd064a22b4c6ed23b14712579ac?s=96&d=mm&r=g","caption":"Fathulloh"},"description":"Anggota redaksi Pusat Sumber Daya Buruh Migran. Menggemari jurnalisme warga dan menjadi teman belajar pewarta buruh migran","url":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/author\/lamuk\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10182","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10182"}],"version-history":[{"count":10,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10182\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23813,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10182\/revisions\/23813"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10182"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10182"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buruhmigran.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10182"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}