Membeli Handphone Bekas di Malaysia, Jojo Ditangkap Polisi

Author

Sumber gambar: Pixabay.com
Sumber gambar: Pixabay.com

Sebut saja Jojo (bukan nama sebenarnya), pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Malaysia ini merasakan pengalaman yang tak pernah dibayangkan sebelumnya selama hidup. Jojo merupakan seorang karyawan sebuah pabrik di pinggiran Selangor, Malaysia. Ia adalah karyawan yang sangat rajin dan selalu mencapai target pekerjaan yang diberikan majikan.

Sebagai karyawan rajin, ia disayangi oleh atasannya. Ia juga disayangi oleh kawan-kawan di lingkungan rumah tinggalnya. Setiap ada waktu luang, Ia memanfaatkan waktunya dengan membuat meja dan almari. Dari sana, banyak oang yang menyukai dan memesan almari dan barang-barang lain darinya. Jojo juga kerap menerima kerja sampingan seperti renovasi rumah. Jika ada yang memerlukan tenaganya, Jojo akan membantu dengan senang hati.

Suatu malam datang beberapa anak muda ke rumahnya, salah seorangnya ia kenali. Salah seorang anak muda menawarkan handphone bekas pakai pada Jojo. Jojo terpaksa membeli handphone tersebut karena terus dipaksa kawannya. Satu minggu setelah pembelian handphone, tiba-tiba ada polisi yang mencari Jojo.

Setelah bertemu, polisi memborgol dan menyuruh masuk Jojo ke dalam mobil polisi dan membawanya ke kantor polisi. Keesokan harinya ada sidang mahkamah untuk tahanan reman. Jojo membela dirinya karena ia tidak mencuri handphone dan hanya membeli handphone dari temannya. Pembelaan diri Jojo tidak dianggap polisi dan ia masih ditahan.

Akhirnya, majikan Jojo yang merasa kehilangan pekerja menemui polisi dan memberikan uang jaminan RM1000 agar Jojo dibebaskan. Jojo ditangguhkan penanahanannya, namun jika dinyatakan bersalah oleh pengadilan, ia akan masuk kembali ke penjara. Jika tak bersalah, ia dapat bebas tanpa syarat.

Jojo berpesan pada teman-teman di perantauan, terlebih yang bekerja di negara lain, agar tidak membeli barang tanpa surat-surat resmi, meskipun membeli pada orang-orang yang dikenal. Jangan membeli barang bekas pakai ketika kita tidak tau sejarah dari barang itu agar tidak terjadi kerepotan di kemudian hari.

Tulisan ini ditandai dengan: Pekerja Migran Indonesia PMI Malaysia tahanan 

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.