* BeritaHeadline

Modus TPPO, Perbudakan Berkedok Perjodohan

Author

Perdagangan manusia, TKI, tenaga kerja Indonesia, perdagangan manusia TKI
Ilustrasi perdagangan Manusia

SLF ialah seorang ibu rumah tangga sekaligus orang tua tunggal yang tinggal di Sambas, Kalimantan Barat. Usianya masih muda, 25 tahun pada bulan April lalu. Ia sempat hidup dalam penderitaan di Tiongkok selama hampir tiga bulan sebagai korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO/Human Trafficking). Kisah menyedihkan SLF sebagai korban TPPO dimulai dari kunjungan dua perantara ke rumahnya awal bulan Februari 2014. Kedatangan dua perantara tersebut membawa pesan bahwa SLF, janda satu anak tersebut, akan dijodohkan dengan warga negara Tiongkok.

“Awalnya ada seorang ibu yang datang bertemu dengan orang tua saya dan menawarkan agar saya bertunangan dengan laki-laki dari Tiongkok,”ujar SLF.

Selang beberapa hari kemudian datanglah lelaki yang memiliki hubungan dekat dengan perantara pertama. Dengan gaya yang meyakinkan, perantara meminta komitmen dan kesediaan SLF dan orang tuanya untuk diperkenalkan dan dijodohkan dengan AC, warga negara Tiongkok. Tak lama setelah itu datanglah seorang lelaki (AC) dan menawarkan hal yang sama.

Tanpa berpikir panjang, kedua orang tua SLF langsung menerima tawaran tersebut dan meminta SLF bersedia menerima AC menjadi suaminya. AC menjanjikan akan memberikan perhiasan dan rumah untuk SLF serta membawa ibunya ke Tiongkok. Melihat kondisi ekonomi keluarga yang serba kekurangan, akhirnya membuat SLF dan keluarganya menerima pinangan AC.

Prosesi pertunangan dilangsungkan secara sederhana pada Februari 2014 yang dihadiri keluarga dan handai taulan. Tanpa memikirkan risiko lebih lanjut, SLF mengikuti calon suaminya ke Tiongkok pada 20 Februari 2014 dan meninggalkan seorang putrinya di Indonesia. SLF sebenarnya telah menyadari dari awal jika terjadi banyak penyimpangan dalam proses pemberangaktanya sejak dari awal pengurusan dokumen perjalanan.

Pengurusan dokumen perjalanan seperti paspor dan visa yang seharusnya dilakukan langsung oleh pemohon dan tidak bisa diwakilkan. Setiba di kota dekat Guangzhou, Tiongkok, SLF kaget atas perlakuan AC yang berubah. Setiba di Tiongkok bukannya diperkenalkan kepada keluarga AC, SLF malah diantar ke sebuah pabrik dan bekerja sebagai buruh kasar tanpa bayaran.

Bersama dengan karyawan lain, ia disuruh memindahkan kardus-kardus besar dari dalam pabrik ke truk kontainer. Isi dari kardus-kardus tersebut tak diketahui oleh para pekerja. Dua minggu pertama ia dipekerjakan di pabrik tersebut dan hampir dua minggu berikutnya dipindahkan ke sebuah pabrik yang letaknya agak terisolir di tengah hutan. Hanya berselang 10 hari di perusahaan kedua, ia memutuskan untuk melarikan diri.

Atas bantuan seseorang yang tak dikenal, SLF melarikan diri, tinggal dan bersembunyi di rumah seorang Tiongkok yang ia sebut bernama Chong selama satu bulan. SLF kemudian menghubungi keluarga di Indonesia dan keluarga dan kerabat di Indonesia langsung menghubungi KBRI Beijing untuk meminta pertolongan. Diplomat Indonesia di Tiongkok meminta SLF untukk mengamankan diri di kantor polisi terdekat, sedangkan penanganan kasusnya diserahkan pada KJRI Guangzhou yang dekat dengan tempat kejadian. Atas bantuan kepolisian terdekat, staf KJRI menyelamatkan SLF dan memulangkannya ke tanah air pada 24 Mei 2014.

Sumber : Disarikan dari Majalah Peduli (Dit.Perlindungan WNI dan BHI Kemenerian Luar Negeri) Edisi Maret 2015.

2 responses to “Modus TPPO, Perbudakan Berkedok Perjodohan

  1. mantap bettul prediksi aki santadewa saya atas nama FAOZAN dari malaysia
    kemarin saya buka interner tidak sengaja saya dapat no hp aky, dan membuka blog
    resmi aky saya lihat komentar orang yang sudah berhasil mendapatkan angka togel
    dari ramam TOGEL aky. saya pun mencoba meminta angka togel 6D putaran malaysia,
    alhamdullla aky memberikan angka di jamin jp 100% 5x putaran togel
    MALAYSIA.JIKA ada teman inging berhasil mendapatkan angka toto togel dri aky
    silankan KLIK BLOG BELIAU http://akisantadewa.blogspot.com (
    0852-8315-2944 ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.