Kliping

Soal TKI, Mental Elit Hanya Berdagang

Author

JAKARTA – “Saudara-saudara, musuh kita yang terbesar yang selalu merusakkan keselamatan dan kesejahteraan Asia dan juga merusakkan keselamatan dan kesejahteraan Indonesia ialah Amerika dan Inggris. Oleh karena itu, di dalam peperangan Asia Timur Raya ini, maka segenap kita punya tenaga, segenap kita punya kemauan, segenap kita punya tekad harus kita tujukan kepada hancur-leburnya Amerika dan Inggris itu. Selama kekuasaan dan kekuatan Amerika dan Inggris belum hancur-lebur, maka Asia dan Indonesia tidak bisa selamat. Karena itu, semboyan kita sekarang ini ialah, Hancurkan kekuasaan Amerika. Hancurkan kekuasaan Inggris. Amerika kita setrika, Inggris kita linggis!”

Mungkin anda masih ingat atau pernah membaca kutipan di atas, ya itu adalah pidato Bung Karno, sang prolamator. Atau saat beliau memproklamirkan  gerakan Ganyang Malaysia. Dua sikap di atas adalah contoh bagaimana pemimpin bangsa waktu itu tak mau harga diri bangsa diinjak-injak.

Lalu bagaimana dengan keadaan saat ini? Saat  tenaga kerja wanita (TKW) yang mencari nafkah di negeri rantau mengalami penyisaan dan pelecehan seksual oleh majikannya.

Ketua Komisi IX Ribka Tjiptaning berpendapat, semangat nasionalisme di kalangan elit negara kita sudah pudar. “Kita kalau ada TKI bermasalah, bilang itukan ilegal bangsa apanih. Memang sudah tidak ada nasionalismenya. Permasalahan TKI nggak selesai,

soalnya sudah karakter bangsa kita. Kalau mau selesai tarik TKI yang ada di Arab, bangsa kita harus berani. Tapikan nanti nggak ada lapangan kerja. Apa nanti argumentasinya lapangan kerja tidak ada kita menjual bangsa kita dibunuh, diperkosa. Itu berkali-kali. Mental elit kita sudah bermental pedagang,” katanya saat dihubungi
okezone baru-baru ini.

Ribka mencontohkan, bagaimana negeri ini malah memilih melakukan import buah-buahan, ketimbang bertani. “Bukannya nggak bisa, tapi nggak mau membuat peluang kerja. Dari pada BLT, cipatakan lapangan kerja,” ujarnya.

Dia menambahkan, minimal di Timur Tengah yang banyak masalah stop dulu, bukan hanya menunda tapi stop dan tarik kalau nggak bisa 100 persen. “Stop dulu, mereka yang kolep kok kita yang takut. Kita dianugrahi kekayaan alam yang luar biasa,” imbuhnya.

Ribka mengaku sudah dua periode jadi ketua Komisi IX DPR, raker dengan Menteri Tenaga Kerja sudah puluhan, RDP dengan BNP2TKI juga sudah tidak terhitung.
“Itu sebenarnya kontrak politik, di negara kita ini kalau kita raker dengan menteri, eksekutif tidak dijalankan tidak ada sanksi. Bahkan Komisi IX Buat Panja Perlindungan TKI. Kita beri rekomendasi ke presiden melalui ketua DPR. Ini kondisi TKI,” bebernya.

Dia berharap ada badan khusus yang mengurus TKI agar nasib TKI lebih baik, karena saat ini masih ada tumpang tindih di UU Nomor 39 Tahun 2004. “Itu rekomendasi dari kewenangan presiden. Tinggal SBY saja ada niatan politik nggak melindungi rakyatnya,” keluhnya.

Selama ini yang terkesan yang bertikai pemerintah, DPR hanya memberi kebijakan bukan domain menyetop orang yang ribut, antara pemerintah, Depnakertrans dan BNP2TKI. “Tapikan yang jadi korbannya TKI. TKI memang dari dalam negerinya sendiri mereka sudah dianiaya, apalagi diluar,” tukasnya.(ram)

Sumber: Okezone.com (2/12/10)

http://news.okezone.com/read/2010/12/02/337/399277/soal-tki-mental-elit-hanya-berdagang

Tulisan ini ditandai dengan:buruh migran tenaga kerja indonesia 

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.