Category Archives: Peryataan Pers
Sikapi RUU PPILN, BMI Hong Kong dan Macau Bentuk Jaringan
Buruh Migran di Hong Kong pada 28 April 2013 meresmikan sebuah jaringan buruh migran Indonesia Cabut UUPPTKILN N0 39/2004. Acara rembug bareng buruh migran, selain membahas isu terhangat dan terbaru seperti isu Revisi UUPPTKILN No 39/2004, penguculian sosial di Hong Kong pada PRT Migran, serta kritikan buruh migran pada KTKLN. Continue reading
Pemerintah Masih Abaikan Hak Informasi TKI
Jejaring organisasi TKI di Indonesia dan Hong Kong telah memetakan apa saja kebutuhan informasi yang akan diminta dan badan publik mana saja yang akan diminta informasi. Sebanyak 150 jenis permintaan informasi telah disiapkan untuk dikirim ke Kemenakertrans, BNP2TKI, Kementerian Luar Negeri, Dirjen Imigrasi, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong, dan beberapa badan publik lain terkait pelayanan TKI. Continue reading
Tanpa KTKLN, TKI Mudik Terancam Gagal Balik
Sebagai siklus tahunan, saat mudik lebaran Idul Fitri 1433 H ini diperkirakan Buruh Migran Indonesia (BMI) atau yang biasa disebut Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan mudik mencapai kisaran 100.000 orang. Tahun ini arus mudik TKI alias BMI dari luar negeri sudah terjadi sejak awal Ramadhan. Continue reading
Deklarasi Sumbawa oleh Buruh Migran Perempuan NTB
Temu Perempuan Buruh Migran Se-Nusa Tenggara Barat yang diselenggarakan di Sumbawa Besar oleh Koalisi Perempuan Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat, pada 26-28 April 2012, diikuti oleh 86 orang dari berbagai Kabupaten dan Kota di Nusa Tenggara Barat. Pertemuan membahas pelbagai persoalan, harapan, dan rekomendasi untuk perbaikan kehidupan, jaminan keamanan, dan Pemenuhan hak-hak Buruh Migran beserta Keluarganya. Berdasarkan ratifikasi konvensi buruh migran, dengan ini Koalisi Perempuan Indonesia bersama pihak lainnya menyatakan Continue reading
Pernyataan Sikap Pusat Sumberdaya Buruh Migran (PSD-BM) atas Kasus Penyiksaan Sumiati
Kasus penyiksaan terhadap buruh migran Indonesia (BMI) kembali terulang. Sumiati binti Salan Mustapa (23), BMI asal Dompu, Nusa Tenggara Barat, mengalami penyiksaan berat dari keluarga Halid Saleh Al-Akhmin, Majikan Sumiati, sejak bekerja pada 18 Juli 2010 di Arab Saudi. Penyiksaan telah melampaui batas kemanusiaan. Sumiati disiksa oleh majikan dengan besi panas. Dengan tidak berperikemanusiaan bibir sumiati pun digunting. Bekas luka-luka di sekujur tubuh Sumiati menunjukkan penyiksaan berat yang dialaminya. Continue reading
