Category Archives: Tragedi
TKI Singapura Meninggal, Masihkah KBRI Diam?
Bertambah lagi daftar kematian Tenaga Kerja Indonesia di Singapura akibat terjatuh dari apartemen. Seorang TKI diduga terjatuh dari tingkat 9 di Block 801 Woodlands Street 81. Kejadian terjadi pada pukul 6:20 waktu Singapura saat TKI tersebut membersihkan jendela rumah (28/4/12). Berita ini menjadi persoalan serius bagi lembaga sosial seperti Humanitarian Organitation for Migrantion Economics (Home) Singapura untuk menghentikan kegiatan membersihkan jendela. Continue reading
2 Bulan Jenazah Marmi Tak Dipulangkan dari Taiwan
Rangkaian persoalan terus menyoroti kinerja perwakilan pemerintah di negara-negara penempatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Setelah KBRI Malaysia disorot terkait kasus meninggalnya 3 TKI asal NTB, kini KDEI Taiwan harus disorot terkait jenazah TKI yang tak kunjung dipulangkan ke Indonesia. Marmi, TKI asal Kediri Jawa Timur meninggal di Taichung pada Sabtu, 10 Maret 2012 dan hingga kini jenazahnya masih tertahan di Taiwan. Continue reading
Rahma dan Persoalan Layanan RS Rujukan BNP2TKI (2-Habis)
Persiapan pemulangan Rahma, dilakukan Lili dengan menghubungi Anto Budianto, Ketua Yayasan Yatim Piatu BMI di Kerawang dan Aan, pegiat Serikat BMI (SBMI) di Jakarta untuk memproses pengaduan ke BNP2TKI dan menjemput Rahma di Bandara Suekarno-Hatta. BNP2TKI kemudian menyarankan Rahma dirawat di Rumah Sakit Polri Sukanto di Kramat Jati.
Alih-alih berharap mendapat layanan kesehatan Continue reading
Rahma dan Persoalan Layanan RS Rujukan BNP2TKI (1)
Isma Hartini atau biasa dipanggil Rahma, Buruh Migran Indonesia (BMI) asal Lampung yang bekerja sebagai Pekerja Rumah Tangga (PRT) di Taiwan sejak 2005. Ia menjalani kontrak 2 kali (durasi 3 tahun dalam setiap kontrak) melalui agen bernama Direct Hiring Service Center (DHSC).
Menjelang kontrak kedua selesai pada November 2011, Rahma mengalami depresi atas persoalan keluarga. Continue reading
Kisah Suami TKI saat Rindu Istri
BANYUMAS. Mengganti peran istri, saat istri sedang bekerja di luar negeri adalah sebuah keharusan. Memasak, mencuci pakaian sendiri dan anak, bersih-bersih rumah, mengantar anak sekolah dan menemani proses belajar anak adalah hal-hal yang tak bisa ditinggalkan suami BMI.
Jarang, seorang BMI yang sedang bekerja di luar negeri mempunyai pekerja rumah tangga di rumahnya sendiri. Continue reading
Minta Tolong KJRI Dubai, Malah Disuruh Kabur
Hafidzin tampak sangat geregetan ketika menjelaskan tentang usahanya untuk memulangkan isterinya yang bekerja di Oman. Minggu (11/03/12), Ajizah (28) isterinya Warga Kiajaran Indramayu Jawa Barat yang bekerja di Oman mendapatkan perlakuan yang kurang baik oleh sang majikan, bahkan menjurus ke arah pelecehan seksual. Continue reading
Kisah BMI Taiwan Diperas di Bandara Soekarno-Hatta (2)
Pengalaman buruk juga dialami Erawati Mukahar (30) saat berada Bandara Soekarno-Hatta setelah pulang dari Taiwan (4/3/2012). Saat Erawati hendak keluar, ia diseret-seret masuk ke terminal empat (kini bernama Gedung Pendataan Kepulangan TKI/GPKTKI), tetapi ia tetap menolak. Petugas bandara saat itu tetap memaksa Erawati lewat terminal empat. Pada saat yang bersamaan, Erawati melihat langsung beberapa Continue reading
Kisah BMI Taiwan Diperas di Bandara Soekarno-Hatta (1)
Bandara Internasional Soekarno-Hatta sampai sekarang tetap menjadi momok bagi Buruh Migran Indonesia (BMI) yang pulang ke negeri sendiri. Petugas-petugas bandara memperlakukan BMI secara tidak manusiawi, memaksa dengan kasar, memeras, dan melakukan pelbagai tindakan tidak menyenangkan. Terkait pelbagai masalah yang dihadapi BMI saat di Bandara, pemerintah kini menggembor-gemborkan keberadaan terminal khusus yang lebih tertata. Terminal yang dulu bernama terminal 4 Continue reading
Tusriyati: Pulang Kurus Kering, Gaji Tak Dibayarkan
“Sebagai orang tua, saya sungguh merasa trenyuh melihat Tusriyati. Tubuhnya kurus kering. Ketika baru pulang. Porsi makannya hampir dua kali lipat porsi makan orang biasa. Seakan ia memang sudah lama tidak makan. Tangan dan kakinya melepuh. Setelah tiga hari kepulangannya, perutnya membesar. Kata dokter, porsi makannya berlebihan. Continue reading
Kisah Neneng: Tak Kuasa Menagih Gaji
Neneng(23) diberangkatkan melalui sebuah PPTKIS yang beralamatkan di Mataram pada 12 Juni 2007 dan ditampung di Jakarta selama 6 bulan. Selama di penampungan Neneng bersusah payah berebut makanan dengan calon Tenaga Kerja Wanita yang lain. Neneng baru berangkat ke Arab Saudi pada 12 Desember 2007.
Setelah Neneng tiba di Arab Saudi dia diperkerjakan di daerah Taib dan ia mendapatkan seorang majikan yang bernama Maryam. Selama Neneng berada di sana sang majikan merasa tidak puas dengan pekerjaanya yang tidak cekatan. Neneng oleh majikannya dianggap tidak bisa menguasai dan memahami bahasa. Continue reading
