Sastra

Dispereert Niet, Pesan dari Buruh Migran di Belanda

Author

Cuplikan Trailer Film Dispereert Niet
Cuplikan Trailer Film Dispereert Niet

Dispereert Niet, sebuah film dokumenter mengenai pekerja migran Indonesia di Belanda yang dibuat berdasarkan kehidupan sehari-hari kawan-kawan Indonesian Migrant Workesr Union Netherlands (IMWU NL). Film yang merupakan karya dari seniman Irwan Ahmett, Tita Salina dan Rangga Aditiawan bukan merupakan film dokumenter biasa, karena dalam penyuguhan isu serta wawancara semua dikemas dalam sebuah karya seni.

Menonton film ini sekilas mungkin kita akan hanyut dalam cerita kawan-kawan serta beberapa penjelasan-penjelasan para profesional. Kita pun hanyut terbawa emosi, sedih, senang, haru, suka duka kehidupan pekerja migran. Tetapi bila diamati secara mendalam, film ini memiliki dan menunjukkan banyak arti dan makna. Irwan Ahmett dkk mengangkat banyak isu pekerja migran Indonesia dalam film ini.

Diantara isu-isu tersebut mengenai permasalahan di tempat kerja seperti tempat kerja yang tak layak, upah tak dibayar, beban kerja yang berat, hubungan dengan majikan, penipuan yang dilakukan oleh agen dll. Selain permasalahan di tempat kerja, kawan-kawan pekerja juga menghadapi permasalahan sosial dalam kehidupan sehai-hari, hidup berkeluarga, hidup dalam kekhawatiran akan penangkapan, bersembunyi bila ada polisi, kehidupan sosial bersama kawan-kawan, olahraga, isu transgender, kursus bahasa, akses kesehatan ke rumah sakit, serta proses kepulangan buruh migran Belanda ke tanag air. Semua tertangkap dan disajikan dalam film ini.

Dalam film ini juga terdapat berbagai simbol-simbol yang memiliki makna kuat yang berhubungan dengan migrasi dan pekerja migran. Simbol-simbol ini terlihat tetapi tidak banyak yang memperhatikan, terdengar tetapi tidak banyak yang benar-benar mendengarkan dan mengerti, padahal maknanya sangat dalam. Pengadaan simbol-simbol ini merupakan kejeniusan Irwan sebagai seniman dan menarik jika didalami.

Beberapa simbol dan isu yang diangkat adalah isu visibility, pekerja migran tak terdokumentasi ingin ada, dianggap dan dihargai oleh masyarakat. Irwan menyimbolkan hal ini dengan gaungan keras Luister naar Ons! Dan keluarnya pekerja migran Indonesia dari terowongan. Visibility ini juga disimbolkan dari keadaan gelap dan kemudian muncul cahaya yang menyatu dari pekerja migran ini. Sebagai simbol pekerjaan di Eropa, Irwan menggunakan coklat uang yang dimakan oleh para pekerja sebagai simbol bahwa para pekerja mencari Euro di Belanda ini.

Selain simbol visibility dan tujuan bekerja, terdapat simbol migrasi dimana orang-orang Belanda pun sempat bermigrasi ke Amerika untuk tujuan hidup yang lebih baik. Irwan juga mengangkat simbol Lucht alarm, atau alarm peringatan air bah yang ia artikan sebagai peringatan atas para migran yang seperti air bah datang ke Belanda. Irwan pun mengangkat gadis beranting mutiara karya Vermeer yang memiliki arti bahwa kita menghargai pekerja domestik, karena gadis dalam lukisan Vermeer tersebut sebenarnya merupakan pekerja rumah tangga sang pelukis.

Dalam film tersebut juga terdapat simbol yang kontroversial seperti patung JP Coen yang merupakan pahlawan bagi bangsa Belanda tetapi ‘penjahat’ bagi rakyat Indonesia dimana JP Coen telah melakukan kerja paksa dalam membangun Batavia atau sekarang yang disebut sebagai Jakarta. Semboyan JP Coen ‘Dispereert Niet’ (Jangan Berputus asa) ini pun menjadi judul film ini.

Hal ini merupakan paradoks, menurut Irwan. Karena semboyannya dapat digunakan juga oleh para pekerja migran Indonesia yang terpaksa harus datang dan bekerja di Belanda, terpaksa menjadi undocumented, terpaksa harus hidup dalam kekhawatiran akan polisi dll. Atas symbol yang kontroversial ini banyak tanggapan yang menentang dan bahkan terdapat pihak yang menarik dukungan penyebaran film ini. Padahal makna artian yang diambil sangat dalam dalam perjuangan para pekerja migran Indonesia di Belanda. Hidup di Belanda tidak seindah mimpi yang dibayangkan, itulah pesan yang ingin disampaikan dalam film ini oleh kawan-kawan IMWU. Maka dari itu, dispereert niet, jangan berputus asa!

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.