Pemberitaan Online Membuat Nokanah Kembali Dari Yordania

Nok Anah (kiri) bersama bapaknya setelah tiba di Indonesia.

Nokanah (kiri) bersama bapaknya setelah tiba di Indonesia.

Indramayu- Setelah namanya muncul di beberapa media online terkait pemberitaan
tentang buruknya pelayanan pihak KBRI Yordania, akhirnya pada 28/1/2013, pihak KBRI memulangkan Nokanah (28). Nokanah bisa sampai ke kampung halaman orang tuanya di Blok Jemblong RT 04/01 Desa Tanjungpura, Karangampel,Indramayu, pada hari Jumat (31/2/2013).

“Saya seperti mimpi bisa menginjak tanah kelahiranku, awalnya saya sudah putus asa
tidak bisa pulang ke Indonesia. Hal ini disebabkan karena selama saya kabur dari majikan tidak membawa dokumen apapun. Selain itu, saya yang sering mengadu ke KBRI namun tidak pernah ditanggapi oleh staf KBRI,” jelas Nokanah saat ditemui pada Rabu (27/02/13).

Parahnya lagi, Nokanah mengaku sempat berpikir untuk bunuh diri. Beruntung, sang ayah memberikan kabar bahwa dirinya sedang mengurus kepulangan Nokanah melalui perantara DPC SBMI Indramayu. Nokanah dan ayahnya, Caryan juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua SBMI Indramayu atas pertolongan yang telah diberikan.

Ia mengungkapkan bahwa setelah SBMI Indramayu memberikan advokasi kepadanya, pihak KBRI Yordania langsung menanggapi dan bertindak. Hanya dalam kurun waktu dua bulan, Nokanah berada di penampungan KBRI dan kemudian dipulangkan. Biaya juga ditanggung oleh pemerintah, selain itu pejabat negara juga memperlakukannya dengan baik.

Hal menarik menurut Nokanah adalah soal kegeraman staf KBRI Yordania. “Dengan diberitakannya permasalahan saya oleh SBMI Indramayu, membuat geram staf KBRI Yordania. Apalagi yang nama-namanya disebutkan di dalam isi berita membuat mereka marah tapi akhirnya baik juga pada saya,” kenang Nokanah dengan mata menerawang mengingat kejadian pahit, saat pengaduannya tidak digubris.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, beberapa nama yang tercantum dalam berita misalnya Yusup, juga langsung menghubungi Nokanah lalu mengurus kepulangannya. Namun demikian menurut Nokanah, pada saat proses pemulangan dirinya ditegur oleh Yusup lantaran telah berani mengadukan sikap para staf KBRI Jordan yang buruk dan membeberkan adanya oknum KBRI yang sering memeras TKI.

Sementara itu, Ketua SBMI Indramayu menyatakan bahwa pihaknya akan terus berkordinasi dengan Direktorat Perlindungan BHI dan WHI Kemenlu di Jakarta, terkait pengaduan kasus-kasus TKW yang sudah diadukan tapi masih belum jelas kepulangannya. “Tanggal 14 Februari 2013 juga sempat diadakan audensi dengan Kemenlu mengenai follow upkasus-kasus TKW dengan menghadirkan Nokanah dan Patonah yang menjadi saksi tentang adanya staf-staf KBRI yang memeras para TKW, serta buruknya pelayanan KBRI Yordania

,” tambah Juwarih.

This entry was posted in Berita, Headline, Jejak Kasus, Kisah, Peristiwa, Tragedi and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.